Pakai Aku Tuhan

Yesaya 6: 1-8

Belum ada komentar 177 Views

Sahutku, “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8b)

Merasa diri kecil, tidak mempunyai bakat, serta sulit untuk berkembang dan maju? Perasaan semacam ini bisa dialami oleh siapa saja. Menyadari keterbatasan dan kekurangan diri sendiri pada dasarnya merupakan hal yang baik. Namun, kalau karena kesadaran tersebut kita kemudian menjadi minder dan mudah menyerah, itu tidak sehat.

Saat dipanggil TUHAN untuk menjadi nabi-Nya, Yesaya merasa bahwa dirinya tidak pantas. Dengan mulutnya ia berkata bahwa ia seorang yang najis bibir. Ia pun hidup di antara bangsa yang najis bibir. Sedangkan seorang nabi adalah pribadi yang menyampaikan isi hati TUHAN pada umat. Tuhan itu kudus dan mulia. Bagaimana Yesaya bisa menjadi nabi-Nya? Dalam perasaan tidak layak itulah, TUHAN menjamah bibir Yesaya. Ia menguduskan bibir mulutnya. TUHAN memantaskan Yesaya. TUHAN juga yang memberikan kepadanya kuasa. Karena itu, Yesaya dengan bibir yang “baru” berkata: “Ini aku, utuslah aku.” Yesaya terbuka pada karya TUHAN. la mau memberikan diri dipakai oleh-Nya, sekalipun ia memiliki kekurangan dan berada dalam lingkungan yang sulit.

Saudara, sadar diri, yes. Minder dan menyerah, jangan! Dalam kerapuhan dan keberdosaan, Tuhan bisa menguduskan dan memberdayakan kita untuk maksud-Nya. Tuhan menitipkan kepada setiap orang bakat atau potensi untuk dikembangkan dan untuk menyatakan kasih-Nya bagi orang lain. Bahkan, profesi yang kita geluti sejatinya adalah titipan dan panggilan Tuhan. Karena itu, jalanilah panggilan itu dengan terbuka pada pimpinan-Nya. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Aku bukan orang hebat, tetapi Tuhanku dahsyat. Terbuka pada pimpinan-Nya membuat aku bisa menatap masa depan dengan yakin.

Ayat Pendukung: Yes. 6:1-8; Mzm. 121; Luk. 5:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...