Pakai Aku Tuhan

Yesaya 6: 1-8

Belum ada komentar 205 Views

Sahutku, “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8b)

Merasa diri kecil, tidak mempunyai bakat, serta sulit untuk berkembang dan maju? Perasaan semacam ini bisa dialami oleh siapa saja. Menyadari keterbatasan dan kekurangan diri sendiri pada dasarnya merupakan hal yang baik. Namun, kalau karena kesadaran tersebut kita kemudian menjadi minder dan mudah menyerah, itu tidak sehat.

Saat dipanggil TUHAN untuk menjadi nabi-Nya, Yesaya merasa bahwa dirinya tidak pantas. Dengan mulutnya ia berkata bahwa ia seorang yang najis bibir. Ia pun hidup di antara bangsa yang najis bibir. Sedangkan seorang nabi adalah pribadi yang menyampaikan isi hati TUHAN pada umat. Tuhan itu kudus dan mulia. Bagaimana Yesaya bisa menjadi nabi-Nya? Dalam perasaan tidak layak itulah, TUHAN menjamah bibir Yesaya. Ia menguduskan bibir mulutnya. TUHAN memantaskan Yesaya. TUHAN juga yang memberikan kepadanya kuasa. Karena itu, Yesaya dengan bibir yang “baru” berkata: “Ini aku, utuslah aku.” Yesaya terbuka pada karya TUHAN. la mau memberikan diri dipakai oleh-Nya, sekalipun ia memiliki kekurangan dan berada dalam lingkungan yang sulit.

Saudara, sadar diri, yes. Minder dan menyerah, jangan! Dalam kerapuhan dan keberdosaan, Tuhan bisa menguduskan dan memberdayakan kita untuk maksud-Nya. Tuhan menitipkan kepada setiap orang bakat atau potensi untuk dikembangkan dan untuk menyatakan kasih-Nya bagi orang lain. Bahkan, profesi yang kita geluti sejatinya adalah titipan dan panggilan Tuhan. Karena itu, jalanilah panggilan itu dengan terbuka pada pimpinan-Nya. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Aku bukan orang hebat, tetapi Tuhanku dahsyat. Terbuka pada pimpinan-Nya membuat aku bisa menatap masa depan dengan yakin.

Ayat Pendukung: Yes. 6:1-8; Mzm. 121; Luk. 5:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...
  • KEMUNAFIKAN
    Matius 23:29-36
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai Kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah...
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...