Tuhan Tidak Mendendam

Yeremia 3:1-5

Belum ada komentar 109 Views

Apakah Ia akan murka untuk selamanya atau menaruh dendam untuk seterusnya? … (Yeremia 3:5)

Seorang istri datang kepada seorang pendeta dan mengeluhkan suaminya yang berselingkuh dengan perempuan lain. Ia merasa sangat marah kepada suaminya karena sejak berpacaran ia telah banyak berkorban, bahkan ia bekerja keras untuk membantu membiayai perkuliahan suaminya sampai selesai. Setelah suaminya bekerja dan mendapat kedudukan yang baik, sang istri justru dikhianati begitu saja. Kemarahan sang istri begitu memuncak sehingga ia menaruh dendam, tidak mau memaafkan suaminya, dan memilih hidup bersama anaknya.

Yeremia menggambarkan Bangsa Yehuda seperti seorang istri yang meninggalkan suaminya, yaitu Allah, dan berzinah dengan banyak kekasih. Bangsa Yehuda memandang remeh dosanya ketika mereka berpaling dari TUHAN dan memilih menyembah dewa- dewa kafir. Bagaimana mungkin mengharapkan pengampunan dari TUHAN bila mereka mengkhianati Dia dengan sengaja? Namun kasih Allah luar biasa, Ia tidak mendendam, Ia memanggil umat untuk bertobat dan datang kepada-Nya. Pengampunan Allah terbuka bagi umat-Nya yang sungguh-sungguh mengakui dosanya, seberapa pun besar dosanya.

Berbeda dengan manusia, kasih dan pengampunan Allah sangatlah besar, bahkan di saat kita mengkhianati-Nya. Ia tetap mau menerima kita dan Ia tidak mendendam kepada kita. Namun, kita harus menghampiri hadirat-Nya dengan pertobatan penuh akan segala dosa dan kesalahan kita. Kita pun dipanggil untuk tidak mendendam dan mau memaafkan kesalahan orang lain. [Pdt. Melani Ajub Egne]

REFLEKSI:
Janganlah memandang enteng dosa, datanglah kepada Tuhan dengan pertobatan yang sungguh-sungguh.

Ayat Pendukung: Yer. 3:1-5; Mzm. 36:5-10; Kis. 1:18-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...