CIPTAAN BARU

Galatia 6: 11-18

Belum ada komentar 67 Views

Sebab, bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. (Gal. 6:15)

Salah satu persyaratan kerja yang sering kita lihat di pengumuman lowongan pekerjaan adalah berpenampilan menarik. Kalau mau diterima harus berpenampilan menarik. Hal seperti ini terbawa dalam berbagai aspek kehidupan, orang menjadi sulit diterima jika ia terlalu apa adanya. Harus bisa memoles diri menjadi lebih menarik demi sebuah penerimaan.

Hal itu bukan tak boleh dilakukan, yang harus diingat bahwa yang terutama adalah pembaruan diri menjadi ciptaan baru. Karena tampilan lahiriah yang indah, akan jauh lebih bernilai ketika isi hati dan pikiran juga benar. Itulah sebabnya Paulus memberi peringatan yang cukup keras ketika orang mengagungkan ibadah yang lahiriah yaitu bersunat, tetapi mengabaikan aspek spiritual, pertumbuhan rohani, yaitu kedewasaan dalam iman. Bahwa yang Tuhan kehendaki tidak hanya menjalani ritus ibadah, melainkan juga menghayati ritus ibadah dalam laku hidup sehari-hari. Terus mengalami pembaruan, menjadi ciptaan yang baru.

Hidup yang bermakna, adalah hidup yang terus mengalami pembaruan. Kita memang tak sempurna, tetapi pilihlah untuk menjadi ciptaan baru. Menjadi ciptaan yang baru, belajar terus untuk memiliki hati yang jernih dan pikiran yang benar, agar kehidupan rohani kita terus bertumbuh. Kita belajar untuk bertindak dalam kebenaran serta keberanian untuk memangkas sifat buruk yang sering kali merendahkan orang lain. [Rambu Bangi Roni]

DOA:
Tuhan, bantu aku untuk dapat mengalami pembaruan diri, menjadi manusia baru seturut dengan kehendak-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yeh. 31:1-12; Mzm. 52; Gal. 6:11-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...