Ibadah yang Sejati

Hosea 6:1-6

Belum ada komentar 145 Views

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. (Hos.6:6)

Seorang remaja ditemukan mengalami depresi berat. la mengurung diri di kamarnya. Psikiater didatangkan untuk menolongnya. Orangtuanya heran mengapa anaknya menjadi depresi. Padahal, selama ini mereka selalu memenuhi kebutuhan fisik si anak. Bahkan, kamarnya penuh dengan barang-barang teknologi terkini yang menyenangkan bagi anak seusianya. Setelah sekian sesi percakapan dan pendampingan si anak mengungkapkan isi hatinya, “Aku merindukan papa dan mama hadir dalam hidupku, bukan pemberian-pemberian mereka.”

Melalui Nabi Hosea, Allah mengingatkan bahwa la tidak bisa dibohongi. Tindakan ritual berupa kurban sembelihan dan kurban bakaran tidak disukai Allah jika umat-Nya masih senang melakukan kejahatan. Apa yang disukai Allah ialah kesetiaan yang berangkat dari kasih. Relasi yang makin hari makin baik untuk mengenal kasih Allah jauh lebih bermakna ketimbang segenap pemberian barang-barang mati untuk-Nya.

Kita tentu ingat nasihat Rasul Paulus dalam Roma 12:1. Tubuh kita harusnya menjadi persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Itulah ibadah yang sejati. Segenap pemberian tanpa relasi yang saling memahami dan mengasihi adalah bentuk penyuapan. Allah menghendaki diri kita seutuhnya. Pikiran, waktu, tenaga, jauh lebih bermakna ketimbang benda-benda mati. Allah menyukai kejujuran, kerendahan hati, dan kesetiaan kita untuk selalu belajar mengenali kehendak-Nya dan hidup dalam anugerah-Nya. [Pdt. Essy Eisen]

DOA:
Ya Tuhan, aku mau mengenal kehendak-Mu dan mengasihi-Mu dengan setia, lebih daripada segenap pemberian benda-benda mati. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 85:2-3, 9-14; Hos. 6:1-6; 1Tes. 1:2-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...