Mari Kita Memelihara Sabda

Matius 13:1-9, 18-23

Belum ada komentar 66 Views

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah (Mat. 13:23)

“Demikianlah Injil Yesus Kristus. Berbahagialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya.” Formulasi kalimat ini disampaikan oleh pengkhotbah setelah selesai membacakan Injil dan sebelum melayankan khotbah. Setiap orang, siapa saja, disebut berbahagia apabila bersedia mendengarkan firman Tuhan dan sekaligus memelihara firman yang telah didengarkan tersebut. Memelihara berarti menjaga, merawat dengan baik-baik, mengusahakan, membiarkan tumbuh. Selalu ada usaha lanjutan yang harus dikerjakan setelah membaca dan mendengarkan. Langkah selanjutnya tentu saja melakukan firman melalui kehidupan.

Yesus menekankan pentingnya menggumuli sabda Kerajaan Allah. Alih-alih sekadar mengerti, Yesus mengajak para pendengar- Nya untuk mengalami dan menginternalisasikan apa yang telah Yesus sampaikan. Di dalam proses memelihara firman itu, terdapat upaya merefleksikannya dan tidak tergesa-gesa memaknainya. Firman yang dipahami terus diolah, dijalani, dijaga agar tumbuh secara baik sekalipun dalam situasi tidak baik. Perkataan Tuhan yang dipelihara adalah sabda yang menguasai hidup. Berkomitmen menghidupi sabda dapat memandu para murid untuk menghadapi berbagai getir dan khawatir. Konsistensi memelihara perkataan Tuhan ini menolong mereka bertumbuh dan menghasilkan buah.

Intensitas mendengarkan firman perlu dibarengi dengan upaya memahaminya. Lebih utama lagi, firman itu bertumbuh subur dan tecermin melalui perilaku. [Pdt. Ayub Sektiyanto]

REFLEKSI:
Sudahkah firman Tuhan yang kita dengarkan, dengan perlahan dimaknai dalam hati, lalu kita wujudkan melalui hidup setiap hari?

Ayat Pendukung: Yes. 55:10-13; Mzm. 65:(2-9), 10-14; Rm. 8:1-11; Mat. 13:1-9, 18-23
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...