SALIB: MISI ALLAH

Yohanes 18:1-19:42

Belum ada komentar 171 Views

Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja? Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini ….” (Yoh. 18:37).

Pola keselamatan yang ditempuh oleh umat Israel di Perjanjian Lama adalah ketaatan pada hukum Taurat dan persembahan kurban. Ketaatan pada hukum Taurat menekankan aspek perbuatan baik sebagai amal. Sebaliknya, persembahan kurban menekankan penebusan dosa melalui kurban pengganti. Kedua pola keselamatan tersebut tidak memadai dan efektif. Manusia tidak dapat menyelamatkan diri dengan amalnya, dan hewan kurban tidak dapat menggantikan kutukan dosa. Manusia mengalami jalan buntu untuk selamat.

Di tengah situasi jalan buntu itulah Allah melakukan misi-Nya, yaitu menyediakan Kristus yang adalah Firman Allah menjadi manusia sebagai penebus. Misi Kristus jelas dengan menyatakan: “Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara- Ku” (Yoh. 18:37b). Peristiwa salib bukanlah sekadar peristiwa tragis. Melalui pengurbanan Kristus, Allah menyatakan kasih-Nya yang tak terhingga. Kematian Kristus bukan sebagai korban (victim), melainkan persembahan diri dengan mengurbankan (sacrifice).

Pola hidup mengikut Kristus adalah kesediaan berkurban (sacrifice). Namun, yang sering terjadi adalah kita memilih untuk mengorbankan orang lain; sesama dijadikan korban (victim). Untuk berkurban, kita membutuhkan hati yang mengasihi dengan tulus tanpa pamrih. Sebaliknya, sikap mengorbankan orang lain adalah sikap yang culas dan melawan kehendak Allah. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Allah di dalam Kristus, jadikanlah kami pribadi yang mengasihi sesama dengan bersedia berkurban, bukan mengorbankan orang lain. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 52:13-53:12; Mzm. 22; Ibr. 10:16-25/Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1-19:42
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ketika Tuhan Bertanya
    Ayub 38:12-21
    Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan di dasar samudra dalam? (Ayub 38:16) Saat mengalami pergumulan, mungkin...
  • Kita Bukan Penonton
    Mazmur 8
    Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya. (Mazmur 8:7) Selama puluhan tahun, wilayah...
  • Mengalirkah Airmu?
    Yohanes 7:37-39
    Siapa yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir sungai-sungai air hidup.” (Yohanes...
  • Tuhan Membela Kemuliaan Nama-Nya
    Yehezkiel 39:7-8, 21-29
    Aku akan menunjukkan kemuliaan-Ku atas bangsa-bangsa, dan mereka semua akan melihat hukuman yang Kujatuhkan dan tangan-Ku yang memukul mereka....
  • Puji-Pujian Atas Kebesaran Tuhan
    Mazmur 104:24-34, 35b
    Aku hendak bernyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. (Mazmur 104:33) Saat...