Di Dalam Terang, tetapi Tetap Membenci?

1 Yohanes 2:7-17

Belum ada komentar 133 Views

Barangsiapa berkata, bahwa ia berada dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia di dalam kegelapan …. (1Yoh. 2:9)

Dualisme gelap dan terang menganalogikan hidup pola lama dan baru. Penulis Surat Yohanes menggunakan dualisme untuk menunjukkan sikap terhadap firman. Sikap adalah perbuatan berdasarkan pendirian atau keyakinan. Penulis surat membedakan kedua sikap secara gamblang. Sikap mengasihi berarti berada di dalam terang. Sebaliknya, sikap membenci berarti berada di dalam gelap. Sikap seseorang terhadap sesamanyalah yang menempatkannya di dalam terang atau di dalam gelap, bukan berdasarkan suatu teori atau menghafal sejumlah ayat. Sikap, sebagai perbuatan seseorang terhadap orang lain, tak dapat menutupi pendirian di dalam batin seseorang.

Kita dapat tertarik hidup di dalam terang setelah membaca dan memahami firman. Ini mudah. Namun, pola hidup di dalam terang atau di dalam gelap bukan sekadar ketertarikan. Pola hidup di dalam terang atau di dalam gelap adalah sikap terhadap sesama. Sikap itu sangat relevan bagi kita di Indonesia.

Perjumpaan dengan orang lain, sang liyan, adalah keseharian di negara berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa ini. Bukan hanya suku dan budaya, melainkan juga keyakinan, kondisi fisik, selera, dan sebagainya sangat beragam. Semuanya ada di Nusantara ini. Bagaimanapun pemahaman kita akan ayat-ayat suci dan ajaran agama, jika tebersit sikap membenci sesama berarti kita masih berada di dalam kegelapan. Kita harus terus belajar menerapkan kasih kepada orang lain sebagai sesama, tanda kita hidup dalam terang. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Allah, inilah doaku: kobarkanlah terus semangat mengasihi yang lain sebagai sesama. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:1-8; Im. 26:34-46; 1Yoh. 2:7-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • MULUTMU HARIMAUMU
    Matius 14:1-12
    Sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara....
  • Tuhan Memanggil, Tuhan Memperlengkapi
    Keluaran 31:1-11
    “Lihat, Aku telah menunjuk Bezale’el bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan memenuhi dia dengan Roh Allah, dengan...
  • Memang Tuhan Allah Kurang Tinggi?
    Mazmur 99
    Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, sujudlah menyembah pada tumpuan kaki-Nya! Dialah yang kudus! (Mazmur 99:5) Si kecil Tina bertanya kepada...
  • Apa Yang Kita Cari?
    Yohanes 6:25-35
    Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu...
  • Pemberontakan Versus Kasih Setia
    Keluaran 33:1-6
    “Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, … Kamu akan masuk ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu....