Jangan Tawar Hati!

2 Korintus 4:16-18

Belum ada komentar 125 Views

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. (2Kor. 4:16)

Ada dua perkara di dunia ini yang kerap membuat kita tawar hati, yaitu situasi sulit dan/atau orang sulit. Kita menjadi tawar hati ketika menghadapi situasi sulit. Misalnya, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, padahal kita sudah habis-habisan, dan satu per satu teman atau sanak saudara kita harus pergi untuk selamanya. Atau ketika kita susah mendapat pekerjaan, bisnis seret, omzet tidak memenuhi target, dan berbagai macam situasi sulit lainnya.

Kita juga bisa tawar hati menghadapi orang sulit. Orang yang sikapnya selalu nyinyir, kritik sana kritik sini; menganggap tidak ada satu pun orang di dunia ini yang benar kecuali dirinya sendiri. Atau orang yang selalu saja mengeluh atas apa pun yang terjadi dalam hidupnya. Orang-orang semacam ini hanya membuat relasi menjadi toksik, beracun.

Menghadapi situasi dan/atau orang sulit semacam itu, firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak menjadi tawar hati. Meskipun secara fisik mungkin kita merasa lelah, tetapi spirit dan iman kita tidak boleh ikut-ikutan merosot. Kita memang tidak tahu bagaimana hasil akhir dari situasi sulit itu; atau bagaimana relasi kita dengan orang sulit itu akan berakhir. Bisa jadi sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi mungkin juga tidak. Yang penting memang bukan bagaimana hasil akhirnya, melainkan siapa yang menyebabkan hasil akhir tersebut. Kalau Tuhan sendiri yang menyebabkan hasil akhir itu, mengapa takut? [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Penguat dan Penghibur, jangan biarkan kami menjadi tawar hati ketika kami menghadapi situasi sulit atau orang sulit. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 20; Yes. 26:1-9; 2Kor. 4:16-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...