Dewi Keadilan

1 Samuel 2:1-10

Belum ada komentar 70 Views

“Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan.” (1Sam. 2:8)

Dewi Keadilan biasanya digambarkan sebagai seorang dewi yang memegang pedang keadilan di tangan kanan-nya dan alat timbangan di tangan kirinya. Kedua mata sang dewi tertutup kain sebagai tanda bahwa ia tidak memihak siapa pun juga. Namun, Dr. Glen Stassen, dosen di Fuller Theological Seminary pernah bercerita bahwa suatu kali ia melihat sebuah patung Dewi Keadilan yang unik. Sang dewi digambarkan sedang mengintip dari balik penutup matanya untuk melihat seekor burung pipit yang terluka di alat timbangan yang ia bawa. Patung itu ingin mengatakan bahwa Dewi Keadilan sebenarnya memberi perhatian khusus pada pihak yang lemah.

Itulah yang terjadi pada Hana. Ia tidak mempunyai anak dan banyak orang mengejeknya. Hana lalu memohon kepada Tuhan dan Tuhan pun mengabulkan doa Hana sehingga ia melahirkan Samuel. Hana lantas berseru, “Hatiku bersukaria karena TUHAN … TUHAN mematikan dan menghidupkan … TUHAN … merendahkan, dan meninggikan juga.” Bagi Hana, Tuhan adalah Dewi Keadilan yang memberi perhatian khusus pada yang lemah. Karena itu, Hana mengingatkan, “Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu.” Sebab, “Langkah kaki orang-orang yang dikasihi- Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan.”

Allah adalah Dewi Keadilan. Ia memberi perhatian khusus kepada mereka yang lemah. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Dewi Keadilan, terima kasih karena Engkau selalu memihak dan membela kaum yang lemah. Amin.

Ayat Pendukung: 1Sam. 2:1-10; Kej. 21:1-21; Gal. 4:21-5:1
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...
  • Kemelut Mengubah Tabiat
    Kejadian 44:1-34
    Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama-sama saudara-saudaranya. (Kejadian...