Istana, Bait Allah, atau Padang Gurun?

Lukas 3:1-18

Belum ada komentar 67 Views

… datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu ….” (Luk. 3:2-3)

Bernard dari Clairvaux (meninggal tahun 1153 M), seorang biarawan Prancis, mengatakan ada tiga macam kedatangan Kristus: kedatangan Kristus dalam daging saat Natal di Betlehem, dalam hati kita setiap hari, dan dalam kemuliaan di akhir zaman. Banyak orang Kristen gagal paham. Sebagian terlalu fokus pada yang ketiga sehingga begitu antusias meramal kapan Yesus akan datang kembali. Sebagian yang lain terlalu fokus pada yang pertama sehingga yang diingat dan dinanti-nantikan adalah perayaan Natal dengan semua ingar bingarnya.

Teks Alkitab hari ini berbicara tentang tiga tempat yang menjadi pilihan kita untuk menantikan Kristus: (1) Istana, tempat orang-orang seperti Kaisar Tiberius, Pontius Pilatus, Herodes, Filipus, dan Lisanias (Luk. 3:1) yang memiliki kuasa sekuler; (2) Bait Allah, tempat orang-orang seperti Imam Besar Hanas dan Imam Besar Kayafas (Luk. 3:2) yang memiliki kuasa agama; (3) Padang Gurun, tempat orang-orang seperti Yohanes Pembaptis (Luk. 3:2) yang tidak memiliki kuasa sekuler maupun kuasa agama.

Jika kita memilih Istana atau Bait Allah, kita merasa aman karena punya kuasa. Namun, justru karena itu Kristus tidak mau berada di sana. Sebaliknya, jika kita memilih Padang Gurun, kita menjadi sangat rentan karena tidak punya kuasa. Namun, justru karena itu kita akan bergantung penuh pada Allah, dan karena itu pulalah Kristus akan tinggal di sana untuk berkuasa. Semoga kita memilih tempat yang tepat. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Kuasa, ajar kami untuk memilih padang gurun, supaya Engkau berkenan hadir dan berkuasa dalam kehidupan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 146:5-10; 1Sam. 2:1-8; Luk. 3:1-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...