Tanggung Jawab Yang Utama

2 Petrus 3:1-10

Belum ada komentar 70 Views

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2Ptr. 3:9)

Anak-anak remaja sering digambarkan seperti kain serbet. Artinya, terlalu besar untuk menjadi sapu tangan, tetapi terlalu kecil untuk menjadi taplak meja. Mereka terlalu besar untuk disebut sebagai anak-anak, tetapi terlalu kecil untuk disebut sebagai orang dewasa. Ambigu.

Begitu pula dengan pengharapan akan kedatangan Yesus yang kedua kali. Sebagian orang menjadi begitu cemas lalu mencoba membuat ramalan-ramalan kapan persisnya Yesus akan datang kembali. Sebagian yang lain juga menjadi cemas lalu malah membuang sama sekali pengharapan tersebut. Keduanya sama-sama cemas, tetapi sama-sama keliru membuat tanggapan.

Firman Tuhan mengingatkan agar kita memusatkan perhatian bukan pada pertanyaan, “Kapan Yesus akan datang kembali?” tetapi, “Apakah kita sudah layak menyambut kedatangan-Nya?” Jika Ia datang kembali, di manakah kita berada saat itu dan apa yang sedang kita lakukan? Apakah kita sedang berada di tengah-tengah keluarga kita untuk berbagi kasih sayang, ataukah kita sedang berada di tempat mesum atau kasino? Apakah kita sedang berdoa dan memuji Tuhan, ataukah kita sedang memaki-maki karyawan kita? Apakah kita sedang mendidik anak cucu kita untuk berjalan di jalan Tuhan, ataukah kita sedang merancang rencana jahat untuk menghabisi saingan bisnis kita? Yesus sudah datang, tetapi Ia juga belum datang. Tanggung jawab kita adalah untuk menjadikan diri kita layak menyambut kedatangan-Nya. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Maranatha, buatlah diri kami layak untuk menyambut kedatangan-Mu dengan melakukan tanggung jawab kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 146:5-10; Rut 1:6-18; 2Ptr. 3:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...