Ketika Damai Sejahtera dan Keadilan Nyata

Yesaya 60:17-22

Belum ada komentar 664 Views

Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. (Yes. 60:17)

“Damai sejahtera bagimu!” Kata-kata ini biasa diucapkan dalam Kekristenan. Kata-kata ini adalah kata-kata salam dan sekaligus doa agar damai sejahtera terjadi. Ya, semua orang bahkan semua makhluk merindukan damai sejahtera menjadi nyata.

Tuhan menyampaikan janji akan kehadiran damai sejahtera bagi umat Israel: “Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu” (Yes. 60:17). Firman Tuhan yang disampaikan Nabi Yesaya itu menggambarkan beberapa hal ketika damai sejahtera itu menjadi nyata. Sebuah keadaan ketika tidak ada lagi kekerasan; tidak ada lagi kehancuran pada tembok-tembok kota (Yes. 60:18). Selanjutnya, damai sejahtera digambarkan dengan terang Tuhan menyinari kehidupan. Artinya, Tuhan menjadi sumber kehidupan umat. Berikutnya, damai sejahtera nyata ketika semua orang mewujudkan kebenaran (Yes. 60:21). Akhirnya, damai sejahtera digambarkan sebagai saat orang-orang yang lemah menjadi kuat (Yes. 60:22). Jadi, ketika damai sejahtera nyata, tidak ada lagi orang yang tertindas.

Menghayati firman Tuhan yang disampaikan Nabi Yesaya, seharusnya membuat kita memandang damai sejahtera bukan hanya sebagai salam dan doa, melainkan sebagai sebuah perjuangan. Artinya, dalam terang firman Tuhan, kita dipanggil untuk menentang kekerasan dan tindakan yang menghancurkan orang lain, menyatakan kebenaran, dan memberdayakan orang-orang lemah. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

REFLEKSI:
Damai sejahtera menjadi nyata dalam pergumulan dan perjuangan kita menegakkan Injil Kerajaan Allah.

Ayat Pendukung: Mzm. 76; Yes. 60:17-22; Ef. 4:25-5:2
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...