Bencana Tak Terhindarkan

Yeremia 25:15-32

Belum ada komentar 68 Views

“Minumlah sampai mabuk dan muntah-muntah! Rebahlah dan jangan bangun lagi, oleh karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antara kamu!” (Yer. 25:27)

Tuhan menugaskan Nabi Yeremia bukan hanya kepada Yehuda dan atas Babel, tetapi juga kepada segala bangsa. Mereka adalah: Mesir, Us, Filistin, Edom, Moab, Amon, Dedan, Bus, dan lain-lain. Tugas Yeremia adalah memabukkan mereka karena Tuhan akan menghukum mereka. “Pedang Kukirimkan ke antara mereka,” firman TUHAN, selagi mereka mabuk, muntah-muntah, dan rebah. Berita itu disampaikan melalui metafora memabukkan dengan meminumkan anggur kehangatan amarah. Amarah Tuhan itu adalah “malapetaka menjalari dari bangsa ke bangsa, badai besar berkecamuk dari ujung-ujung bumi.”

Awal 2020 dunia ditimpa malapetaka Covid-19. Akibatnya, banyak orang yang meninggal, tidak terhitung orang yang menjadi sakit; banyak negara jatuh ekonominya; banyak perusahaan yang menjadi lumpuh selama beberapa bulan; banyak orang mengalami pemutusan hubungan kerja, jatuh miskin, dan terluka batinnya; kegiatan sosial baik profit maupun non-profit terhenti. Dunia mengalami bencana dan kerugian besar. Dampaknya masih terasa hingga kini.

Sesekali dalam hidup, manusia mengalami bencana atau malapetaka yang tak terhindarkan. Hal ini mengingatkan bahwa ada kekuatan lain yang jauh lebih besar daripada kita. Salah satu kekuatan itu adalah kejahatan. Maka, bagi orang beriman, takut dan tetap berpaut hanya pada Allah adalah pegangan hidup setiap saat dalam situasi baik dan buruk. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Pimpinlah kami untuk berpegang hanya pada kekuatan-Ku di dalam malapetaka. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 102:2-18; Yer. 25:15-32; Mat. 10:5-15
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...