Perjuangkan Kebaikan Dengan Berani

Lukas 14:25-33

Belum ada komentar 67 Views

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk. 14:27)

Saya pernah amat kecewa sewaktu makan di sebuah restoran. Sudah harganya mahal, makanannya tidak enak, pelayanannya pun lambat. Pramusaji pun masih sempat-sempatnya main handphone saat banyak orang hendak memesan makanan. Dengan pelayanan yang diberikan setengah-setengah itu, rasanya mereka tidak berniat membuka dan menjalankan sebuah restoran.

Kita bersyukur bahwa Allah tidak setengah-setengah dalam memberikan pelayanan yang menyelamatkan bagi kita. Melalui Yesus Kristus, pembaruan tatanan kehidupan manusia dilakukan dengan penuh keberanian dan serius; dengan pengorbanan maksimal. Tidak akan ada perubahan dengan dampak yang besar dalam hidup manusia, jika kompromi pada kebiasaan lama lebih mendominasi ketimbang komitmen memperjuangkan apa yang baru. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus amat tegas menggugah keberanian semua orang yang mengikuti-Nya. Mereka diajak serius dalam memperjuangkan apa yang tengah dan sudah diperjuangkan oleh-Nya.

Wujud nyata keseriusan kita memikul salib dalam keseharian hidup dapat dilakukan dengan berani memperjuangkan kebaikan guna mengubah pola kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Mulai dari keluarga kita, tempat kerja, sampai lingkup sosial yang lebih luas. Apakah akan muncul penolakan-penolakan? Mungkin saja. Apakah membutuhkan upaya-upaya kerja keras? Pasti. Namun, pada saat itulah kita sungguh tidak setengah-setengah menjadi murid Yesus. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah kita mau berjalan di belakang Yesus dan memperjuangkan kebaikan-Nya di tempat di mana Dia mengutus kita saat ini?

Ayat Pendukung: Yer. 18:1-11; Mzm. 139:1-6, 13-18; Flm. 1:1-21; Luk. 14:25-33
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Harapan Di Tengah Krisis
    Yohanes 1:1-9
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9) Krisis selalu memiliki dua sisi....
  • Konsekuensi Ketidaktaatan
    1 Samuel 15:22-31
    Tetapi, kata Samuel kepada Saul, “Aku tidak mau kembali bersamamu, sebab engkau telah menolak firman TUHAN, maka TUHAN pun...
  • Gada dan Tongkat Yang Meneguhkan
    Mazmur 23
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan...
  • Memuliakan Allah
    Yohanes 7:14-31, 37-39
    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia...
  • Selagi Masih Siang
    Kejadian 29:1-14
    Lalu kata Yakub, “Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak. Berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah mengembalakannya...