Perjuangkan Kebaikan Dengan Berani

Lukas 14:25-33

Belum ada komentar 69 Views

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk. 14:27)

Saya pernah amat kecewa sewaktu makan di sebuah restoran. Sudah harganya mahal, makanannya tidak enak, pelayanannya pun lambat. Pramusaji pun masih sempat-sempatnya main handphone saat banyak orang hendak memesan makanan. Dengan pelayanan yang diberikan setengah-setengah itu, rasanya mereka tidak berniat membuka dan menjalankan sebuah restoran.

Kita bersyukur bahwa Allah tidak setengah-setengah dalam memberikan pelayanan yang menyelamatkan bagi kita. Melalui Yesus Kristus, pembaruan tatanan kehidupan manusia dilakukan dengan penuh keberanian dan serius; dengan pengorbanan maksimal. Tidak akan ada perubahan dengan dampak yang besar dalam hidup manusia, jika kompromi pada kebiasaan lama lebih mendominasi ketimbang komitmen memperjuangkan apa yang baru. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus amat tegas menggugah keberanian semua orang yang mengikuti-Nya. Mereka diajak serius dalam memperjuangkan apa yang tengah dan sudah diperjuangkan oleh-Nya.

Wujud nyata keseriusan kita memikul salib dalam keseharian hidup dapat dilakukan dengan berani memperjuangkan kebaikan guna mengubah pola kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Mulai dari keluarga kita, tempat kerja, sampai lingkup sosial yang lebih luas. Apakah akan muncul penolakan-penolakan? Mungkin saja. Apakah membutuhkan upaya-upaya kerja keras? Pasti. Namun, pada saat itulah kita sungguh tidak setengah-setengah menjadi murid Yesus. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah kita mau berjalan di belakang Yesus dan memperjuangkan kebaikan-Nya di tempat di mana Dia mengutus kita saat ini?

Ayat Pendukung: Yer. 18:1-11; Mzm. 139:1-6, 13-18; Flm. 1:1-21; Luk. 14:25-33
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...