Gereja Snobbish

Yakobus 2:1-7

Belum ada komentar 84 Views

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. (Yak. 2:1)

Apakah kita seorang yang lebih peduli akan merek pakaian kita dibandingkan fungsinya? Apakah gaya hidup kita telah menganggap barang-barang mewah sebagai kebahagiaan kita? Apakah kita lebih terpaku pada kesuksesan lahiriah daripada batiniah? Apakah kita menjauh dari orang-orang yang kelas sosialnya “lebih rendah” daripada kita? Jika ya, bisa jadi kita termasuk snobs (snobbery) yang memiliki kecenderungan bersikap angkuh dan pamer berdasarkan hal-hal yang lahiriah.

Dengan kecanggihan teknologi informasi saat ini, godaan untuk menjadi snob sangat besar. Bukankah kita merasa senang bisa memperlihatkan di media sosial barang-barang, perjalanan wisata, ataupun restoran-restoran mewah yang pernah kita datangi? Bukankah kita menanti-nantikan “like” ataupun pengakuan dari orang lain terhadap semua unggahan kita? Kebergantungan terhadap hal itu tentunya akan memengaruhi kejiwaan kita dan orang lain. Bahkan, bisa memancing iri hati dan perbuatan jahat.

Gereja mula-mula pun tidak lepas dari permasalahan sosial seperti itu. Yakobus menggambarkan tentang perlakuan jemaat yang berbeda terhadap seseorang berdasarkan penampilan atau status sosial mereka. Hal itu bisa menghancurkan jemaat. Padahal, di hadapan Tuhan, setiap orang adalah sama. Bagaimana dengan kehidupan bergereja kita saat ini? Apakah orang miskin bisa beribadah dengan nyaman tanpa merasa dibedakan dan dipermalukan? [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Gereja adalah tempat di mana setiap orang bisa diterima dan merasa nyaman terlepas dari status sosial apa pun.

Ayat Pendukung: Mzm. 7; Amos 3:9-4:5; Yak. 2:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...