Gereja Snobbish

Yakobus 2:1-7

Belum ada komentar 85 Views

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. (Yak. 2:1)

Apakah kita seorang yang lebih peduli akan merek pakaian kita dibandingkan fungsinya? Apakah gaya hidup kita telah menganggap barang-barang mewah sebagai kebahagiaan kita? Apakah kita lebih terpaku pada kesuksesan lahiriah daripada batiniah? Apakah kita menjauh dari orang-orang yang kelas sosialnya “lebih rendah” daripada kita? Jika ya, bisa jadi kita termasuk snobs (snobbery) yang memiliki kecenderungan bersikap angkuh dan pamer berdasarkan hal-hal yang lahiriah.

Dengan kecanggihan teknologi informasi saat ini, godaan untuk menjadi snob sangat besar. Bukankah kita merasa senang bisa memperlihatkan di media sosial barang-barang, perjalanan wisata, ataupun restoran-restoran mewah yang pernah kita datangi? Bukankah kita menanti-nantikan “like” ataupun pengakuan dari orang lain terhadap semua unggahan kita? Kebergantungan terhadap hal itu tentunya akan memengaruhi kejiwaan kita dan orang lain. Bahkan, bisa memancing iri hati dan perbuatan jahat.

Gereja mula-mula pun tidak lepas dari permasalahan sosial seperti itu. Yakobus menggambarkan tentang perlakuan jemaat yang berbeda terhadap seseorang berdasarkan penampilan atau status sosial mereka. Hal itu bisa menghancurkan jemaat. Padahal, di hadapan Tuhan, setiap orang adalah sama. Bagaimana dengan kehidupan bergereja kita saat ini? Apakah orang miskin bisa beribadah dengan nyaman tanpa merasa dibedakan dan dipermalukan? [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Gereja adalah tempat di mana setiap orang bisa diterima dan merasa nyaman terlepas dari status sosial apa pun.

Ayat Pendukung: Mzm. 7; Amos 3:9-4:5; Yak. 2:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...