Kritikus Bangsa

Amos 2:4-11

Belum ada komentar 48 Views

“Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis.” (Am. 2:5)

Pada 9 April 1945 Dietrich Bonhoeffer dihukum gantung setelah sebelumnya mengalami serangkaian penjara dan kamp konsentrasi. Hal itu sebagai akibat keterlibatannya melawan Nazisme secara keras pada saat itu. Meskipun berkebangsaan Jerman, hal itu tidak membuatnya menutup mata terhadap kekejaman yang dilakukan pemerintahan Nazi. Sebagai pendeta dan teolog, ia menjadi tokoh kunci yang memimpin Gereja yang mengaku yang menentang kebijakan-kebijakan anti-semitik Adolf Hitler.

Amos pun demikian. Meskipun ia sendiri berasal dari Yehuda, ia tidak diam saja melihat berbagai kejahatan yang terjadi di negeri itu. Ia bukan hanya pengkritik negara-negara lain di sekitar Yehuda, melainkan juga negaranya sendiri. Bagi Amos, sekalipun Yehuda dan Israel adalah pilihan Tuhan, mereka tidak lebih daripada bangsa-bangsa lainnya. Yehuda dan Israel akan tetap diminta pertanggungjawabannya dengan standar ukuran “apakah mereka bersikap kasih terhadap orang yang lemah?” Sayangnya, Yehuda dan Israel telah menolak hukum Tuhan dan tidak lagi hidup sesuai dengan hukum tersebut. Oleh karena itu, Yehuda dan Israel pun akan dihukum.

Kita tentu boleh bersikap nasionalis ataupun merasa bagian dari kelompok tertentu, termasuk suatu gereja tertentu. Namun, hal itu kiranya tidak membutakan kita untuk tetap memperdengarkan suara kenabian bila hal itu memang harus kita lakukan. [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Bersikap nasionalis tidak sama dengan fanatisme buta.

Ayat Pendukung: Mzm. 82; Amos 2:4-11; Kis. 7:9-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...