Bertanya Sebelum Membantu

Yohanes 5:1-9

Belum ada komentar 130 Views

Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” (Yoh. 5:6)

Pada masa Perang Dunia, seorang pekerja tidak sengaja berpapasan dengan seorang kakek di salah satu peron di stasiun. Sepulang bekerja, ia melihat sang kakek tidur di sudut stasiun. Hal itu terjadi beberapa kali sehingga membuat sang pekerja itu merasa iba. Ia tidak tega melihat orang tua itu tidur di stasiun dan berdiri dengan tatapan sayu di pagi hari. Karena itu, ia memutuskan untuk menghubungi dinas sosial untuk membawa sang kakek ke tempat penampungan. “Di sana sang kakek akan mendapatkan makanan dan tempat tidur yang nyaman,” pikirnya. Tanpa diduga, ternyata sang kakek menolak untuk dibawa ke tempat penampungan. “Saya memiliki rumah dan seorang istri yang menunggu saya. Saya tidak tinggal di kota ini. Saya ke sini untuk menjemput anak saya yang bertugas sebagai tentara dan saya tidak dapat kembali sebelum bertemu dengannya.”

Ketika Yesus bertemu dengan orang yang telah mengalami sakit selama 38 tahun, Ia tidak langsung menyembuhkannya. Ia terlebih dahulu memastikan apa yang diinginkan oleh orang itu. Karena itu, Ia bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Setelah orang itu menjawab, barulah Ia menyembuhkannya.

Sebagai manusia, kita tidak dapat memahami apa yang dibutuhkan semua orang. Kalau Yesus saja bertanya sebelum menolong, bukankah kita juga perlu bertanya sebelum menolong orang lain? [Pdt. Agetta Putri Awijaya]

REFLEKSI:
Kita tidak dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan semua orang. Akan sangat bijak apabila kita bertanya sebelum menolong.

Ayat Pendukung: Kis. 16:9-15; Mzm. 67; Why. 21:10, 22—22:5; Yoh. 14:23-29/Yoh. 5:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...