Perut Sang Rakus Adalah Tuhan Mereka

Filipi 3:17-21

Belum ada komentar 310 Views

Hidup untuk makan atau makan untuk hidup. Pilihan kita akan menentukan prioritas kita; perut atau kehidupan? Makan adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Tidak terpenuhinya kebutuhan makan akan berakibatkan kematian. Sedemikian pentingnya kebutuhan ini, sering kali membuat orang menjadi serakah untuk memenuhi kebutuhan dirinya.

Keserakahan menjadi pintu masuk untuk melakukan kejahatan lainnya. Sikap serakah akan membuat seseorang tidak peduli akan kondisi dan kebutuhan orang lain. Sikap serakah akan mendorong seseorang melakukan penindasan, perampasan dan dosa lainnya. Paulus menuliskan perut orang rakus adalah Tuhan artinya segala tindakan dan keputusannya dikendalikan oleh pemenuhan perut bahkan ketika perut itu sudah terisi pun, orang serakah akan terus berupaya memasukan segala sesuatunya demi dirinya sendiri. Celakanya tindakan ini tidak dilihat sebagai tindakan yang berbahaya karena ia sibuk dengan perutnya. Manusia bukan saja bisa mati karena kelaparan namun juga bisa mati karena kekenyangan.

Keserakahan di sini bukan saja tertuju soal makan minum namun dalam segala hal. Orang serakah adalah orang yang tidak dapat hidup dalam rasa cukup. Ia selalu memiliki lubang yang perlu diisi oleh banyak hal bukan karena kebutuhan, tapi karena dia ingin atau karena dia tidak rela berbagi dengan orang lain. Demikianlah sikap serakah dapat merusak kehidupan bersama yang dianugerahi Allah.

Percaya akan pemeliharaan Tuhan, mengelola yang ada dengan rasa cukup, menyadari kebutuhan orang lain dan menjaga keseimbangan hidup bersama ciptaan lainnya, adalah cara kita untuk melawan sikap serakah. Membuka mata dan menyadari bahwa hidup tidak berpusat pada diri kita saja akan mengarahkan diri kita menjadi berkat bagi sesama dan bukan terjerumus dalam sikap serakah, penuh kerakusan.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...