Tidak Dibiarkan Patah Dan Padam

Yesaya 42:1-9

1 Komentar 832 Views

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. (Yes. 42:3)

Buluh bukanlah sesuatu yang begitu istimewa. Ia hanya alang-alang kering yang tumbuh liar di banyak tempat. Kita dapat menemukannya dengan mudah. Oleh karena itu, ketika ada buluh yang patah, ia akan segera dibuang karena sudah tidak ada gunanya lagi. Ia sudah menjadi sampah. Begitu juga dengan sumbu yang nyalanya sudah pudar. Ia akan langsung dibuang sebab tidak ada gunanya lagi.

Uniknya, kedua benda yang sudah tidak berguna ini digunakan Yesaya untuk menggambarkan karya dari Mesias yang ia nubuatkan. Buluh yang patah tidak akan diputuskan, demikian juga sumbu yang sudah pudar nyalanya tidak akan dipadamkan. Kedua benda yang sudah dianggap sampah oleh banyak orang justru diperhatikan dan bahkan tetap diberi kesempatan hidup oleh Sang Mesias. Mereka tetap berharga di mata-Nya; mereka tidak diluputkan dari karya keselamatan Sang Mesias.

Nubuat nabi Yesaya menjadi pengharapan bagi setiap umat yang percaya Yesus Kristus sebagai Mesias. Keselamatan yang dinyatakan Yesus Kristus tidak hanya untuk orang-orang yang dianggap baik, hidup dalam kesalehan, kebenaran, dan kesempurnaan. Orang-orang yang diremehkan, dianggap tidak memiliki masa depan, bahkan dianggap “sampah masyarakat” pun tetap Ia perhatikan dan selamatkan. Tidak usah takut bagaimana orang lain menilai hidup kita. Di hadapan-Nya, kita tidak dibiarkan patah dan padam. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

DOA:
Ampunilah kami, ya Allah, yang terkadang meremehkan orang-orang yang dianggap tidak baik. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 42:1-9; Mzm. 36:6-12; Ibr. 9:11-15; Yoh. 12:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Adrian FR

    Sangat membantu dalam memahami konteks bacaan yang dikaitkan dengan kontek kehidupan / pergumulan yang kita hadapi

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Patutkah Marah?
    Yunus 4:1-11
    Tetapi, firman TUHAN, “Patutkah engkau marah?” (Yunus 4:4) Banyak orang beranggapan bahwa marah adalah hal yang lumrah dan manusiawi....
  • Hormati Kemurahan Allah
    Mazmur 51
    Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam dan penuh penyesalan tidak akan Kau pandang...
  • PAMER
    Matius 6:1-6, 16-21
    Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:18b) Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, muncullah suatu...
  • Tak Berjalan Sendirian
    1 Raja-raja 19:9-18
    Tetapi, Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, semua orang yang tidak berlutut menyembah Ba’al dan mulutnya tidak...
  • Kesabaran Allah
    Mazmur 78:17-20, 52-55
    Ketika Ia menggiring umat-Nya seperti domba-domba, dan memimpin mereka seperti kawanan hewan di padang gurun; ketika Ia menuntun mereka...