Sindrom Anak Sulung

Lukas 15:1-3, 11b-32

Belum ada komentar 66 Views

“Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.” (Luk. 15:31)

Di dunia ini ada saja orang yang senang melihat kemalangan orang lain. Sebaliknya, menjadi gusar ketika orang lain tampak berhasil dan bahagia. Kabar negatif pun lebih cepat tersebar daripada berita positif. Anehnya, hidup orang-orang yang menyukai berita buruk tampak baik, tidak berkekurangan. Patutkah mereka iri hati terhadap keberuntungan orang lain? Sulit untuk dipahami. Mungkin inilah yang disebut “sindrom anak sulung”.

Kisah anak sulung dalam perumpamaan yang disampaikan Yesus menggambarkan kondisi di atas. Si anak sulung merasa gusar ketika ayahnya menggelar pesta karena bersukacita menyambut anak bungsu kembali. Mengapa si sulung merasa gusar? Bukankah mereka bersaudara? Jawaban ayahnya jelas, “Segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.” Namun, tampaknya, si sulung tidak mampu menghayati dirinya sebagai anak yang dikasihi sang bapa. Bisa jadi ia melihat hidupnya, lengkap dengan tugas dan tanggung jawab, sebagai beban yang berat. Ia tidak mampu melihat hidupnya sebagai kepercayaan dan menyambutnya dengan sukacita.

Tak dapat dimungkiri bahwa orang Kristen dapat mengidap “sindrom anak sulung”. Untuk mencegah dan mengatasinya, kita perlu senantiasa menghayati diri kita sebagai anak yang dikasihi Bapa. Penghayatan demikian akan menolong dan memampukan kita untuk memandang sesama sebagai saudara yang patut dikasihi pula. [Pdt. Lindawati Mismanto]

REFLEKSI:
Menghayati hidup sebagai yang dikasihi Allah akan membuat kita dapat melihat sesama sebagai saudara.

Ayat Pendukung: Yos. 5:9-12; Mzm. 32; 2Kor. 5:16-21; Luk. 15:1-3, 11b-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...
  • KEMUNAFIKAN
    Matius 23:29-36
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai Kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah...
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...
  • BERSUKACITALAH!
    Mazmur 149
    Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang saleh. (Mazmur 149:1) Kita adalah manusia yang hidup...
  • Melihat Dengan Objektif
    Matius 12:22-32
    Namun, ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata, “Orang ini mengusir setan dengan kuasa Be’elzebul, pemimpin setan.” (Matius 12:24) Pernahkah...