Menurut Ukuran Iman

Roma 12:1-8

Belum ada komentar 202 Views

Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Rm. 12:3)

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan terjadi karena manusia memikirkan hal-hal yang lebih tinggi. Tanpa idealisme dan upaya untuk mencapainya, tidak mungkin terjadi perkembangan dan perubahan. Konteks perkataan Rasul Paulus bukanlah sikap terhadap IPTEK dan perkembangannya. Sebaliknya, bagaimana setiap umat percaya tidak boleh berpikir lebih tinggi atau idealistis terhadap pembaruan budi. Pembaruan budi adalah perubahan karakter, bukan idealisme semata.

Pembaruan budi merupakan perubahan spiritualitas dari pola pikir dunia menuju ketaatan yang murni kepada kehendak Allah. Ia melepaskan dorongan ego dan keinginan duniawi agar kehendak Allah diberlakukan, yaitu: “Yang baik, berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Berpikir lebih tinggi tanpa pembaruan budi akan menghasilkan yang jahat, melawan Allah dan cemar. Spiritualitas pembaruan budi menuntut setiap umat untuk mampu menguasai diri menurut ukuran iman sehingga kehendak Allah diutamakan dan diberlakukan.

Bagaimana pembaruan budi dihidupi apabila kita masih serupa dengan dunia? Iman kepada Kristus akan menjadi efektif bila karakter kita diubahkan sesuai dengan karakter- Nya. Sehingga, kita mampu menguasai diri, menurut ukuran iman, saat menghadapi kesulitan, kegagalan dan penderitaan. Penguasaan diri adalah keutamaan iman. Semua kesalehan menjadi sia-sia saat kita tidak mampu menguasai diri dalam suatu situasi. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Iman melampaui ukuran pengetahuan, tetapi ia sendiri harus bersedia diukur.

Ayat Pendukung: Mzm. 19; Neh. 2:1-10; Rm. 12:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Sahabat Dalam Perjalanan
    Lukas 24:13-35
    Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu...
  • Tanpa Pamrih
    Lukas 14:12-14
    Tetapi, apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh,…. Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai...
  • Damai Di Tengah Badai
    Yesaya 26:1-4
    Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah...
  • Merespons Kasih Tuhan
    Mazmur 116:1-4, 12-19
    Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mazmur 116:12) Rasa syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi...
  • Tanda Yunus
    Matius 12:38-42
    Jawab-Nya kepada mereka, “Generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan...