Penurut-penurut Allah

Efesus 4:17-5:1

Belum ada komentar 214 Views

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah … dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. (Ef. 5:1-2)

Karya penebusan Kristus merupakan pendamaian Allah dengan umat manusia. Makna penumpahan darah kurban mengingatkan umat bahwa setiap dosa pada hakikatnya membawa kematian. Melalui kematian Kristus di atas salib, umat yang seharusnya menerima hukuman Allah dibebaskan dan diselamatkan. Namun, dalam realita hidup, kita sering gagal memelihara anugerah keselamatan Allah.

Kegagalan untuk taat ini sering disebabkan oleh suatu anggapan yang salah bahwa karya penebusan Kristus tetap menjamin diri kita, apa pun sikap dan perilaku kita. Seakan-akan kita tetap selamat walaupun kita hidup dalam percabulan, keserakahan, dan rupa-rupa kecemaran (Ef. 5:3). Karya penebusan Kristus hanya akan membarui apabila umat memberi respons iman sebagai penurut-penurut Allah. Makna “penurut-penurut Allah” (mimetai tou Theou) menunjuk pada sikap mengikuti dan meniru tindakan Allah.

Semakin kita menghargai karya penebusan Kristus sebagai yang paling mulia, hidup kita akan diubahkan. Hidup kita akan dipenuhi oleh kasih Allah sehingga kita tidak lagi menaati firman Tuhan sekadar suatu kewajiban. Ketaatan kepada firman Tuhan sungguh-sungguh akan menjadi ekspresi roh dan kepribadian kita. Ketaatan kepada Tuhan menjadi suatu sukacita dan kegembiraan. Di dalam anugerah Kristus, kita dimampukan untuk menjadi penurut-penurut Allah, sebab Roh Kudus yang memampukan kita. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Kita diberi anugerah menjadi “penurut-penurut Allah” agar bebas dalam kemurnian hati.

Ayat Pendukung: Mzm. 72; Dan. 2:1-19; Ef. 4:17 – 5:1
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...