Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan

Belum ada komentar 35 Views

Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga menciptakan satu kesimpulan kuat mengenai seseorang atau sekelompok orang. Contohnya seorang ibu berjumpa seorang anak muda bernama Budi. Si Budi selalu tersenyum saat berjumpa dengannya. Hari demi hari dan bulan demi bulan perjumpaan mereka itu membuat si ibu mengambil kesimpulan si Budi adalah orang yang ramah.

Lain lagi (contoh saja), seorang dari luar negeri berkesempatan tinggal di Jogja selama 4 bulan. Dia bertemu dengan beberapa orang Jawa yang selalu membantunya. Lalu di akhir perjumpaan ia mengambil kesimpulan bahwa orang Jawa itu senang membantu.

Contoh di atas adalah contoh positif. Tidak jarang bahwa seseorang kemudian membentuk stigma (tanda) terhadap orang lain atau sekelompok orang bahkan dirinya sendiri secara negatif. Bahkan stigma yang dimiliki banyak orang membentuk generalisasi dan stereotyping. Dan sigma model ini membangun benteng kuat yang menghambat persahabatan.

Bukankah setiap orang ada positifnya yang harus diapresiasi dan punya kekurangan yang harus diterima? Bukankah setiap kelompok ada beragam orang yang berbeda-beda pemikiran dan selalu ada black swan (angsa hitam) yang membuktikan stereotyping itu adalah sebuah ilusi? Apakah stigma yang Saudara buat bagi orang lain? Sebenarnya stigma itu bukan hanya mengganggu persahabatan tetapi juga menyiksa diri sendiri dengan menyuburkan pikiran negatif di dalam jiwa kita. Bersahabatlah!

#Beyond
#Adven4
#Natal21

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...