Memberi Pengorbanan

Markus 12:38-44

Belum ada komentar 50 Views

“Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Mrk. 12:44)

Seberapa besarkah partisipasi sumbangan dana masyarakat bagi penanganan pandemi? Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa pemerintah telah menerima sumbangan sebesar Rp 83 miliar dari masyarakat. Sumbangan itu datang, baik dari masyarakat di dalam negeri maupun WNI yang bekerja di luar negeri. “Sudah lebih dari Rp 83 miliar telah diterima, yang merupakan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga diaspora ataupun WNI yang berada di luar negeri” (Kompas.com, April 2020).

Persembahan seorang janda miskin mendapat sorotan dari Tuhan Yesus. Walaupun hidup berkekurangan, tetapi ibu janda tersebut memberikan semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. Tidak dijelaskan apa yang membuatnya melakukan pemberian sebesar itu. Namun, satu yang tampak jelas ialah bahwa ibu ini memberikan apa yang lebih berharga dari uang, yaitu pengorbanan dirinya. Kristus melihat hal itu jauh lebih besar dibandingkan dengan pemberian semua orang yang memberi persembahan pada waktu itu.

Setiap pemberian kita sungguh bernilai besar jika dilandasi oleh pengorbanan. Lalu, apa yang membuat kita mampu berkorban? Cinta kasih dari Tuhan. Kita yang sudah menerima cinta yang besar dari Tuhan akan ditolong oleh Roh-Nya untuk memberikan juga cinta yang besar. Pengorbanan akan menjadi motif yang suci bagi setiap pemberian kita. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah yang menjadi dasar dan alasan pemberian kita selama ini?

Ayat Pendukung: 1Raj. 17:8-16; Mzm. 146; Ibr. 9:24-28; Mrk. 12:38-44
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...