Jangan Kapok Berbuat Baik

Kisah Para Rasul 7:17-29

Belum ada komentar 226 Views

Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti. (Kis. 7:25)

Shyam Lal, seorang pemuda asal Desa Sajad, distrik Koriya di Chhattisgarh, India berhasil membuat danau buatan hanya dengan menggunakan sekop. Ia mengerjakan pembuatan danau itu selama 27 tahun. Usianya masih 15 tahun saat memulai pekerjaan itu. Saat usianya menginjak 42 tahun, pembuatan danau mini itu akhirnya selesai. Kepeduliannya terhadap warga desanya yang kekurangan air sempat ditertawakan dan dicibir. Tetapi akhirnya, warga desa memujinya sebagai panutan dan penyelamat. Kini mereka memiliki cadangan air bagi kebutuhan sehari-hari.

Dalam bagian pembelaannya di hadapan para pembela Taurat yang menudingnya secara keji, Stefanus mengangkat satu kisah pengalaman Musa yang ditolak saudara-saudara sebangsanya. Dengan mengangkat Musa, sosok yang penting dalam kitab Taurat, Stefanus seolah-olah hendak menunjukkan bahwa ia tidak kaget jika sekarang ini, ia pun ditolak oleh saudara-saudara sebangsanya sendiri sewaktu berbuat baik. Stefanus tidak mau menyerah dan akan terus melanjutkan perbuatan baiknya sebagai pengikut Kristus.

Jangan kaget jika ada orang yang salah mengerti perbuatan baik yang kita lakukan. Memang terkadang, orang cepat menilai dan menyimpulkan secara sepihak. Sebab, mungkin pikiran negatif orang lain kepada kita lebih besar ketimbang pikiran positif yang terbuka pada kemungkinan baru. Namun saat itu terjadi, ingatlah, jangan kapok untuk berbuat baik! [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Bagaimana kita menanggapi orang-orang yang beranggapan buruk tentang kebaikan yang kita lakukan selama ini?

Ayat Pendukung: Mzm. 51; Ul. 28:58—29:1; Kis. 7:17-29
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...