Melepaskan Segala Sesuatu Untuk Mengikut Yesus

Markus 10:17-31

Belum ada komentar 48 Views

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mrk. 10:23)

“Jalan serta Yesus” adalah salah satu lagu yang sangat terkenal di Sekolah Minggu maupun di berbagai persekutuan Kristen. Penggalan liriknya berbunyi, “Jalan dalam suka, jalan dalam duka, jalan serta-Nya setiap hari.” Lagu ini hendak mengingatkan kita akan makna mengikut Yesus. Mengikut Yesus berarti siap untuk tetap setia dan taat, baik dalam keadaan susah maupun senang. Hal ini harus dilakukan sepanjang hidup kita.

Hal itulah yang dituntut Yesus dari orang kaya yang datang kepada-Nya. Orang kaya itu merasa ia sudah melakukan segalanya untuk dapat mengikut Yesus. Akan tetapi, ketika Yesus memintanya menjual harta miliknya, ia menjadi kecewa. Ia pun pergi dengan sedih. Tindakan orang kaya itu, kemudian direspons Yesus dengan mengatakan bahwa orang yang memiliki uang sukar masuk ke dalam Kerajaan Allah. Perkataan Yesus ini, bukanlah larangan untuk memiliki uang atau kaya, melainkan agar tidak melekat pada kekayaan itu. Perkataan Yesus ini bertujuan mengingatkan para pengikut-Nya, agar di dalam mengikut Dia, mereka sepenuhnya berpaut kepada- Nya, bukan pada apa yang mereka miliki.

Demikian pula halnya dengan kita, para pengikut Kristus masa kini, kita diminta untuk berpaut kepada Kristus. Ketika hal yang kita miliki menghalangi kita untuk berjalan bersama-Nya, kita diminta untuk melepaskannya. Bukan hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil. Persoalannya adalah bersediakah kita? [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Ya Allah, ajarlah kami untuk setia dalam mengikut Engkau. Berikanlah kami hati yang berpaut pada-Mu, bukan pada yang kami miliki. Amin.

Ayat Pendukung: Ayb. 23:1-9, 16-17; Mzm. 22:2-16; Ibr. 4:12-16; Mrk. 10:17-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...