Rendah Hati Adalah Kunci

1 Korintus 7:1-9

Belum ada komentar 904 Views

Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. (1Kor. 7:4)

Ilustrasi “segitiga sama sisi” mungkin menjadi ilustrasi yang sering digunakan dalam pembinaan keluarga. Khususnya, untuk menjelaskan tentang hubungan suami, istri dan Allah. Ilustrasi ini menarik karena memberikan gambaran Allah sebagai Kepala dari hubungan suami istri. Suami dan istri berada dalam kesetaraan. Kesetaraan suami dan istri ini tentu saja menuntut apa yang dinamakan kerendahan hati; hal yang perlu terus dipelajari dan diterapkan oleh suami dan istri.

Dalam 1 Korintus 7:1-9 ini, Rasul Paulus menekankan pentingnya kerendahan hati dalam hubungan suami istri. Paulus mengingatkan setiap suami dan istri untuk tidak hidup bagi dirinya sendiri. Hal ini tampak dalam nasihat agar suami memenuhi kewajibannya kepada istrinya, dan sebaliknya. Suami juga tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya. Demikian sebaliknya. Hal ini menegaskan bahwa kerendahan hati dapat dibangun melalui kesediaan untuk memperhatikan kebutuhan satu sama lain. Dengan memperhatikan kebutuhan satu sama lain, berarti kita menempatkan orang lain sama pentingnya atau setara dengan kita.

Pembelajaran pertama dari relasi perkawinan ialah kerendahan hati. Suami dan istri belajar untuk tidak mengutamakan ego masing-masing, melainkan saling mendahulukan satu sama lain. Bangunlah kerendahan hati dan saling mengutamakan dalam relasi pernikahan. Bersamaan dengan itu, bersikap rendah hati jugalah dalam relasi dengan sesama. [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Ya Allah, berikanlah kami hati yang mau mendahulukan satu sama lain, mulai dari keluarga kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 55:2-16; Ayb. 8:1-22; 1Kor. 7:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...