Apa Gunanya Mengeluh?

Ayub 7:1-21

Belum ada komentar 132 Views

Oleh sebab itu aku pun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku. (Ayb. 7:11)

Nrimo adalah salah satu filosofi yang dianut oleh masyarakat Jawa. Filosofi ini mengajak kita untuk tetap berbesar hati dalam berbagai kondisi, juga mengajak kita tetap bersyukur dalam berbagai hal. Filosofi ini sangat baik untuk diterapkan dalam menjalani kehidupan. Namun demikian, jika seseorang salah memahami filosofi ini akan berpotensi membuat orang menjadi tidak autentik. Hal itu terjadi karena kita menjadi tidak jujur terhadap diri sendiri maupun sesama. Ketika masalah datang, kita bersikap seolah-olah menerima, padahal sebetulnya kita tidak terima.

Ayub di dalam pergumulannya memilih untuk bersikap otentik. Ia tahu bahwa pergumulannya bukanlah hal yang mudah untuk dapat ia lewati. Oleh karena itu, ia berseru kepada Allah, dan menyampaikan segala keluhannya. Ayub memilih untuk tidak menahan mulutnya; Ayub memilih untuk berbicara mengenai kesesakan jiwanya dan kepedihan hatinya. Ayub terbuka kepada Allah mengenai perasaannya. Hal inilah yang nantinya akan dijawab oleh Allah. Jawaban Allah kemudian membuat Ayub memahami dan menerima tindakan Allah.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita berpandangan bahwa kerendahan hati berarti menerima saja apa yang diberikan Tuhan? Sebagai umat Allah, adalah baik menerima pemberian Allah. Namun, hidup autentik. di hadapan Allah akan menolong kita untuk memahami tindakan Allah di dalam kehidupan kita. [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Ya Allah, tolonglah kami agar menjadi orang yang rendah hati dan autentik. di hadapan-Mu dan sesama kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 26; Ayb. 7:1-21; Luk. 16:14-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memandang Allah
    Keluaran 24:9-11
    Tetapi, la tidak melayangkan tangan-Nya terhadap pemuka-pemuka Israel. Mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. (Keluaran 24:11) Dalam beberapa...
  • Penyesalan Yang Tulus
    Mazmur 106:1-6, 19-23
    Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik. (Mazmur 106:6) Ada ungkapan bahwa...
  • Bahaya Betah Dengan Kekuasaan
    Yohanes 11:45-57
    Mulai hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. (Yohanes 11:53) Kekuasaan—lebih tepatnya, persoalan kepada siapa kekuasaan untuk memimpin dipercayakan...
  • Jangan Salah Jalan
    Ulangan 5:22-6:3
    Segenap jalan yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup dan baik keadaanmu serta tinggal...
  • Setia Walau Dicemooh
    Mazmur 119:49-56
    Orang congkak mencemooh aku habis-habisan, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu. (Mazmur 119:51) Rudi adalah salah satu dari sedikit...