Hidup Yang Tidak Sia-Sia

Pengkhotbah 4:9-16

Belum ada komentar 201 Views

Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tidak mau diberi peringatan lagi. (Pkh. 4:13)

Jika membaca kitab Pengkhotbah secara sekilas, orang akan menganggap bahwa kitab ini adalah kitab yang pesimistik. Pandangannya begitu murung terhadap kehidupan di dunia ini, sebab semuanya sia-sia. Namun, benarkah demikian? Apakah ada hidup yang tidak sia-sia? Tentu! Ada hidup yang tidak sia-sia.

Di bawah kolong langit ini, masih ada hidup yang bermakna. Kita mulai menangkap pesan tersebut dari perbandingan yang dibuat oleh Pengkhotbah. Kalau semua sia-sia, untuk apa ia membuat perbandingan? Perbandingan itu dilakukan untuk mendapatkan yang lebih ideal. “Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh.” Maka, berhikmat lebih baik dari pada bodoh. Lebih jauh lagi, bagaimana agar orang menjadi berhikmat? Ia tidak boleh terpaku pada apa yang ada di bawah langit. Ia harus menatap ke atas langit, ke Tuhan. Dengan mengandalkan Tuhan sebagai pemberi hikmat dan tuntunan, hidup yang dijalani di bawah matahari tidak menjadi sia-sia, tetapi menjadi bermakna.

Pengkhotbah mengajarkan kita untuk tidak melekat pada dunia yang fana ini, tetapi melekat kepada Tuhan yang kekal. Hidup di dunia ini memang sementara, tetapi bukan kesia- siaan, asalkan kita bersandar pada (hikmat) Tuhan. Hikmat-Nya memberikan tuntunan mengenai misi penting yang mesti kita kerjakan dalam kesementaraan waktu. Menyatakan kasih-Nya bagi semua ciptaan-Nya, niscaya tidak sia-sia! [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Hidup sia-sia adalah kalau kita tidak mengenal isi hati Tuhan, dan tidak melakukan misi kasih-Nya dalam kehidupan.

Ayat Pendukung: Mzm. 128; Pkh. 4:9-16; Yak. 5:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...