Bukan Perkataan Sembarangan

Yohanes 6:56-69

Belum ada komentar 28 Views

“Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal ….” (Yoh. 6:68)

“Jangan asbun!” Itulah komentar seorang guru ketika mendengar jawaban murid atas pertanyaan, berapa banyak musim di Indonesia. Si murid menjawab, “Musim di Indonesia itu musim hujan gerimis, musim banjir, musim banyak angin, musim panas, musim durian, musim mangga, dan lain-lain.” Padahal, guru itu berharap muridnya dapat menjawab bahwa ada dua musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Ia lantas menasihatkan, “Jangan asbun! Jangan asal bunyi! Ungkapkan jawaban yang benar!”

Perkataan yang benar dan baik punya nilai khasiat yang lebih tinggi dibandingkan dengan perkataan asal saja. Perkataan yang benar dan baik, berdaya guna dan mampu mendorong perubahan bagi hidup orang yang mendengarkannya. Simon Petrus menyatakan bahwa perkataan Yesus adalah perkataan hidup yang kekal. Pernyataan Simon Petrus ini muncul dari iman bahwa tanpa Yesus, perjalanan hidupnya tak berarti apa-apa. Katanya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?” Simon Petrus percaya dengan ikut Yesus, hidupnya jadi berarti. Dengan mendengarkan dan melakukan ajaran atau perkataan Yesus yang benar dan baik, Simon Petrus mengalami hidup baru; hidup yang kekal di dalam cinta kasih Allah.

Apakah kita percaya dan mengakui perkataan Yesus sebagai perkataan benar dan baik? Jika kita mengakui perkataan Yesus itu tidak asal-asalan, perkataan itu seharusnya memengaruhi dan mengubah hidup kita sehingga kita mempunyai hidup yang kekal. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

DOA:
Ya Tuhan Yesus, aku sungguh memandang perkataan-Mu sebagai perkataan hidup yang kekal. Aku pun mau mengikuti-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yos. 24:1-2a, 14-18; Mzm. 34:16-23; Ef. 6:10-20; Yoh. 6:56-69
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Inisiatif Menjadi Sahabat
    Kejadian 29:1-14
    ..ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba Laban, saudara ibunya. (Kejadian...
  • BANGUNLAH, MARILAH!
    Kidung Agung 2:8-13
    Kekasihku mulai berbicara kepadaku, “Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!” (Kidung Agung 2:10) Seseorang yang jatuh cinta sanggup melakukan apa saja....
  • Terbuka Pada Perubahan
    Matius 11:16-19, 25-30
    Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28) Seorang pengrajin kayu...
  • Jadi Kecil Di Hadapan Allah
    Lukas 10:21-24
    …karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Lukas 10:21)...
  • Patuh Tetapi Salah
    Kejadian 27:1-17
    Sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. (Kejadian 27:8) Pernahkah Saudara menghadapi situasi ketika orang terdekat menyarankan hal...