Saat Badai Reda

Mazmur 107:1-3, 23-32

Belum ada komentar 768 Views

Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mzm. 107:31)

Pernah bepergian menggunakan kapal laut dari satu pulau ke pulau yang lain? Bagaimana rasanya? Ada sensasi berbeda dengan moda transportasi lain, bukan?

Dalam bacaan kita, pemazmur menggambarkan para pedagang di masa itu, melayari laut untuk berdagang dengan menggunakan kapal. Para pedagang itu sering menghadapi situasi yang tak terduga. Badai dan gelombang tinggi menghempaskan kapal mereka, membuat mereka mabuk laut dan berada dalam bahaya. Maut ada di depan mata mereka, dan tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka. Maka mereka berteriak memanggil Tuhan. Mereka kemudian menyaksikan dan merasakan bagaimana Tuhan berkarya dengan ajaib. Tuhan membuat badai gelombang yang begitu dahsyat reda seketika. Laut kembali tenang, seolah tak terjadi apa pun. Hati mereka menjadi lega karena badai telah reda. Yang tersisa hanyalah rasa syukur karena Tuhan telah menyelamatkan mereka melewati badai.

Kehidupan kadang seperti orang yang sedang di atas kapal mengarungi samudera raya. Ada saat keadaan tenang dan baik-baik saja, tidak ada masalah berarti. Namun, kadang badai besar terjadi, menghantam kehidupan kita hingga nyaris karam. Tidak ada yang dapat dilakukan. Berteriak kepada Tuhan menjadi satu-satunya hal yang bisa dilakukan. Tuhan pun berkarya. Ia meredakan badai. Ketika badai telah reda maka yang tersisa semestinya adalah rasa syukur yang besar, sebab Tuhan berkarya secara ajaib menyelamatkan umat-Nya. [Pdt. Henni Herlina]

DOA:
Engkau selalu dapat meredakan badai dalam hidup kami. Kiranya kami selalu mengingat karya kasih-Mu yang ajaib itu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 107:1-3, 23-32; Ayb. 37:1-13; Luk. 21:25-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...
  • KEMUNAFIKAN
    Matius 23:29-36
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai Kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah...
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...
  • BERSUKACITALAH!
    Mazmur 149
    Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang saleh. (Mazmur 149:1) Kita adalah manusia yang hidup...
  • Melihat Dengan Objektif
    Matius 12:22-32
    Namun, ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata, “Orang ini mengusir setan dengan kuasa Be’elzebul, pemimpin setan.” (Matius 12:24) Pernahkah...