Bekas Luka Yesus

Yohanes 20:19-23

Belum ada komentar 79 Views

Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. (Yoh. 20:20)

Seorang novelis yang juga cerpenis Amerika, Catherine Ryan Hyde mengatakan, “Tidak ada dunia yang indah tanpa bekas luka.” Hyde beranggapan bahwa dunia ini mengalami banyak peristiwa yang meninggalkan bekas luka. Namun, justru dari situlah keindahan muncul.

Para murid berkumpul di suatu tempat dengan pintu tertutup dan dikunci. Mereka berkumpul dalam keadaan takut. Mereka takut, sebab mereka adalah orang-orang yang setiap hari bersama dengan Yesus yang baru saja dihukum mati. Tak disangka, di tengah-tengah ketakutan itu, Yesus datang kepada mereka. Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya, yakni bagian tubuh-Nya yang dipaku dan ditikam dengan tombak. Yesus memperlihatkan bekas luka-Nya. Yesus melakukan hal itu, tentu dengan sebuah motivasi, untuk menenangkan dan menguatkan murid-murid-Nya. Bekas luka itu adalah tanda kasih dan pengorbanan-Nya, dan bukti bahwa Dia sungguh- sungguh Yesus.

Kita bisa juga mengalami situasi dan perasaan seperti para murid, yakni merasa ketakutan. Takut akan kematian, penyakit, bisnis gagal, dan lain-lain. Namun, seperti yang dialami para murid, Tuhan tidak meninggalkan kita dalam ketakutan kita. Tuhan datang. Dia hadir. Ia menunjukkan bekas luka-Nya, bukti kasih dan pengorbanan-Nya. Sama seperti pada murid-murid dahulu, Yesus pun ingin kita memiliki sukacita dan keberanian untuk melanjutkan hidup karena Dia hidup dan mengasihi kita! [Pdt. Firmanda Tri Permana]

REFLEKSI:
Bekas luka Yesus adalah tanda kasih dan pengorbanan-Nya bagi kita. Kasih-Nya menguatkan kita untuk tidak menyerah, tetapi terus berjuang dan berani melanjutkan hidup.

Ayat Pendukung: Mzm. 104:24-34, 35b; Yeh. 37:1-14; Yoh. 20:19-23
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...