Di Sini dan Saat Ini

Markus 9:2-9

Belum ada komentar 97 Views

Peristiwa Transfigurasi Kristus merupakan peristwa yang sangat penting bagi para murid Yesus dan bagi dunia. Dalam peristiwa ini, Tuhan Yesus dimuliakan. Pertemuan di gunung dengan tokoh Musa, mengingatkan campur tangan Tuhan dalam sejarah manusia dan sekaligus menyaksikan akan Allah yang hidup dan bukan hanya sekedar imajinasi manusia. Demikian juga pertemuan dengan tokoh spiritual (Elia), simbol kedekatan relasi Israel dengan Tuhan.

Peristiwa besar ini disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes, para murid Yesus. Cahaya kemuliaan yang memancar dari wajah Yesus memberikan pengajaran kepada para murid yang menyaksikannya, bahwa di balik peristiwa penyaliban, hinaan, caci maki yang akan dialami Yesus membawa-Nya pada kemenangan dan kemuliaan. Peristiwa ini menjadi pengalaman penting yang akan menguatkan para murid dalam mengikuti guru mereka.

Pada suratnya yang kedua, Petrus menulis “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. (2 Petrus 1:16-18)

Peristiwa Transfigurasi yang telah memberikan sukacita, kedamaian dan keberanian untuk menyaksikan kasih Kristus dalam diri para murid, kiranya juga menjadi tonggak yang kuat tempat kita bersandar dan dasar yang kokoh tempat kita berdiri untuk menyaksikan kasih Kristus dalam kehidupan kita di dunia ini.

Minggu Transfigurasi karena itu menjadi sangat penting dalam mempersiapkan diri kita memasuki ibadah rabu abu. Bertobat dan percayalah sebab Yesus bukan manusia biasa, melainkan “Yang Diurapi” dan “Anak Allah” dan kita akan memperoleh sukacita batin dan kedamaian yang akan menjadi dasar kesiapan dalam mengikut Yesus.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...