Bencana Spiritual

Mazmur 46

Belum ada komentar 65 Views

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mzm. 46:11)

Setelah wabah Covid-19, kita memasuki masa new normal; masa di mana nyaris segala sesuatu tidak lagi sama seperti dulu. Sebagian orang membuat pelesetan singkatan penunjuk masa BC (Before Christ) dan AC (After Christ) menjadi Before Corona dan After Corona. Situasi semacam itu membuat takut. Sebab, segala sesuatu serba baru dan serba tidak pasti. Tetapi, justru dalam situasi semacam inilah, pemazmur mengingatkan kita semua bahwa Allah adalah “tempat perlindungan dan kekuatan” kita. Ia sudah terbukti menjadi “penolong dalam kesesakan.” Bahwa “Tuhan semesta alam menyertai kita” karena Ia adalah “kota benteng kita.”

Sumber persoalan dalam kehidupan kita bisa saja beragam. Persoalan bisa muncul karena bencana alam, ketika “bumi berubah” dan “gunung-gunung goncang di dalam laut.” Ketika laut “ribut dan berbuih airnya” dan “gunung-gunung goyang oleh geloranya.” Persoalan bisa juga muncul karena bencana sosial, ketika “Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang.” Apa pun juga persoalan yang harus kita hadapi, Allah tetap adalah kota benteng tempat kita berlindung.

Bencana yang paling berbahaya dalam kehidupan kita, sesungguhnya bukan bencana alam atau bencana sosial itu sendiri, melainkan bencana spiritual. Bencana yang muncul ketika iman kita terguncang, bahkan hilang, ketika kita tidak bisa berdiam diri di dalam “kota benteng” kita, dan malah memilih untuk keluar darinya. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Ketika iman kita goyah dan kita tidak lagi berlindung di dalam Allah, itulah bencana yang sesungguhnya.

Ayat Pendukung: Mzm. 46; Kej. 45:25-46:7; Kis. 5:33-42
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menyambut Undangan Perjamuan
    Matius 22:1-14
    Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Karena itu, pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan...
  • Tradisi Versus Injil
    Markus 2:18-22
    Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal yang...
  • Memandang Allah
    Keluaran 24:9-11
    Tetapi, la tidak melayangkan tangan-Nya terhadap pemuka-pemuka Israel. Mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. (Keluaran 24:11) Dalam beberapa...
  • Penyesalan Yang Tulus
    Mazmur 106:1-6, 19-23
    Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik. (Mazmur 106:6) Ada ungkapan bahwa...
  • Bahaya Betah Dengan Kekuasaan
    Yohanes 11:45-57
    Mulai hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. (Yohanes 11:53) Kekuasaan—lebih tepatnya, persoalan kepada siapa kekuasaan untuk memimpin dipercayakan...