Kasih Karunia Dan Kebenaran

Yohanes 1:(1-9), 10-18

Belum ada komentar 185 Views

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1:14)

Ada beragam kriteria dalam masyarakat untuk menandai kemuliaan seseorang. Masyarakat Batak mengenal semboyan hamoraon, hagabeon, hasangapon. Dalam masyarakat Jawa ada kriteria bobot, bibit, bebet. Tuhan juga mempunyai kriteria untuk menandai kemuliaan Kristus, yaitu kasih karunia dan kebenaran.

Kasih karunia berbeda dari cinta. Cinta adalah sesuatu yang kita berikan kepada seseorang karena dia memang layak dicintai, sebagaimana cinta kita pada istri, suami, anak-anak kita. Bahkan kita rela berkorban, nyawa sekalipun, demi cinta kita. Tetapi, kasih karunia berbeda dari itu. Kasih karunia adalah sesuatu yang kita berikan kepada seseorang, bahkan meskipun orang tersebut sebenarnya tidak layak mendapatkannya. Itulah yang menandai kemuliaan Allah di dalam diri Yesus. Kasih karunia semacam itu pulalah yang seharusnya menandai kemuliaan Allah di dalam diri orang-orang yang mendaku sebagai pengikut Kristus.

Namun, kemuliaan Allah tidak hanya ditandai oleh kasih karunia, tetapi juga kebenaran. Kasih karunia tanpa kebenaran akan membuat kita menjadi permisif; apa pun juga dilakukan dan diucapkan, karena yakin akan mendapat kasih karunia. Yesus tidak menghakimi perempuan yang tertangkap basah berbuat zina (Yoh. 8). Tetapi, Yesus berpesan agar dia tidak berbuat dosa lagi. Kasih karunia diberikan, tapi kebenaran juga ditegakkan. Yang satu tidak bisa ada tanpa yang lain. Keduanya harus dihidupi dan dijalankan bersama. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Kasih karunia, tanpa kebenaran membuat kita hidup seenaknya. Sebaliknya, kebenaran tanpa kasih karunia membuat kita menghakimi.

Ayat Pendukung: Yer. 31:7-14; Mzm. 147:12-20; Ef. 1:3-14; Yoh. 1:(1-9), 10-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...