luka-luka

Seorang Raja dengan bekas luka-luka

Belum ada komentar 54 Views

Dalam salah satu doa harian Celtic tertulis sebuah tanya-jawab yang menarik.

Tanya : Apakah satu-satunya buatan manusia yang akan terus ada di surga?

Jawab : Luka-luka di tangan, kaki dan lambung Kristus.

Tanpa rasa malu Yesus menunjukkan luka-luka itu sebagai bukti kebangkitan-Nya. Tubuh kebangkitan Kristus tidak serta-merta menjadi sebuah tubuh mulus tanpa membawa serta kenangan dan pengalaman teraniaya sebelum Ia mati. Sebaliknya, ketidaksempurnaan dirangkul oleh kesempurnaan; kemanusiaan dihisabkan ke dalam keilahian; kesementaraan digandeng oleh kekekalan.

Bekas luka itu dipertahankan di dalam tubuh Sang Raja demi mengatakan kepada kita bahwa luka-luka dan cacat yang kita tanggung tak perlu ditutupi dan dihindari. Kita tak pernah menjadi sempurna, namun kesempurnaan itu yang bakal menjemput kita dan memakai ketidaksempurnaan kita untuk bertutur tentang kesempurnaan ilahi itu.

Dalam kata-kata Henri J. Nouwen, luka-luka Yesus menjadi sumber kehidupan kita. Maka, izinkanlah pula luka-luka kita menjadi bagian dari penyembuhan yang Kristus kerjakan bagi sesama kita.

Hari ini adalah minggu terakhir dari siklus Tahun B pembacaan leksionari kita, akhir tahun liturgis kita. Selamat menutup tahun ini dan minggu depan kita memasuki tahun liturgis yang baru, yang diawali dengan minggu Adventus yang pertama. Tradisi Kristen selalu menutup tahun liturgisnya dengan “Minggu Kristus Raja,” sebagai sebuah kesaksian bahwa seluruh gumul-juang sepanjang tahun ditutup dengan sebuah guratan iman, namun juga harap, bahwa Kristus menjadi Raja atas seluruh semesta … seorang Raja dengan bekas luka-luka.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...