Yang Kami Dengar, Kami Lihat dan Kami Raba

1 Yohanes 1:1 - 2:2

Belum ada komentar 122 Views

Hingar-bingar Paskah telah lewat. Lalu apa? Jawab atas pertanyaan ini bergantung pada bagaimana kita mengalaminya. Bila Paskah adalah sekadar acara rutin setelah Natal, Bulan Keluarga dan seterusnya, –entah itu sifatnya pelayanan maupun sekadar entertainment,– maka memang ia tidak punya makna, selain kesibukan. Sama seperti tahun-tahun yang telah lalu.

Penulis surat Yohanes memulai tulisannya yang dimaksudkannya agar orang benar-benar “berjumpa dengan Kristus”, dengan sebuah kesaksian yang amat indah. Baginya Kristus bukanlah sekadar isi beritanya, tetapi Kristus yang telah dialaminya sendiri secara pribadi. Kristus yang telah didengarnya dengan telinganya sendiri, yang telah dilihat dan disaksikannya dengan matanya sendiri, dan yang telah dirabanya dengan tangannya sendiri.

Maka bila Paskah memang adalah sesuatu yang bukan hanya kita dengar dengan telinga kita sendiri, tetapi sungguh-sungguh kita lihat dan saksikan dengan mata kepala kita, serta kita raba dengan tangan kita, maka tak ada pilihan lain bagi kita. Kita pun, seperti penulis surat Yohanes, harus membaginya dengan orang lain. Kehangatan kasih yang kita rasakan ini terlalu besar untuk kita nikmati sendiri. Anugerah Tuhan atas kita ini juga tak mungkin bila kita pegangi hanya bagi kita sendiri.

Hingar-bingar Paskah telah lewat. Lalu apa? Hanya kita sendiri yang dapat menjawabnya!

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
  • Keajaiban Belas Kasihan
    Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan? Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah,...
Kegiatan