menjadi hamba

Terlalu Sedikit Menjadi Hamba

Yesaya 49:6

Belum ada komentar 121 Views

Di dalam Yesaya 49:6 muncul undangan bagi Israel untuk menyadari bahwa panggilan hidup mereka bukan sekadar menjadi hamba Tuhan, namun juga menjadi terang bagi bangsa-bangsa. “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku … Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa …” Status sebagai hamba menempatkan seseorang di dalam sebuah zona yang nyaman. Ia akan selalu berada di dalam lingkaran. Sementara itu, tugas menjadi terang bagi bangsa-bangsa memaksa seseorang untuk keluar dari zona nyaman dan berada di luar lingkaran.

Hidup beragama selalu menempatkan kita di dalam lingkaran religius kita. Berada di dalamnya akan membuat kita merasa aman, nyaman, dan at home. Berada di luar lingkaran tersebut tentu akan memunculkan rasa cemas dan tak nyaman. Tetapi lingkaran imajiner tersebut juga berpotensi menciptakan mentalitas kita versus mereka. Kita berada di dalam lingkaran; mereka berada di luar lingkaran. Kita adalah umat terpilih; mereka tercampak. Mentalitas “the best versus the rest” ini sungguh telah melukai peradaban, termasuk masyarakat Indonesia.

Teks kita minggu ini berusaha memberi sebuah imajinasi yang baru. Umat Allah harus berada di luar lingkaran itu, sebab lingkaran cinta Allah ternyata lebih luas daripada yang kita bayangkan selama ini. Lingkaran cinta dan keselamatan ternyata seluas semesta ini, “… supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Imaji baru ini membuat kita sadar bahwa tak ada wilayah kehidupan yang berada di luar jangkauan cinta Allah. “The world is my parish,” kata John Wesley, seorang pendeta terkenal, pendiri Methodisme. Maka, seluruh titik kehidupan, seluruh profesi, seluruh kegiatan hidup, berpotensi menjadi tanda kehadiran cinta itu. Dalam terang kesadaran ini pula, lantas kita mengingat John Wesley’s Rule:

Do all the good you can,
By all the means you can,
In all the ways you can,
In all the place you can,
At all the times you can,
To all the people you can,
As long as ever you can.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan