menjadi hamba

Terlalu Sedikit Menjadi Hamba

Yesaya 49:6

Belum ada komentar 109 Views

Di dalam Yesaya 49:6 muncul undangan bagi Israel untuk menyadari bahwa panggilan hidup mereka bukan sekadar menjadi hamba Tuhan, namun juga menjadi terang bagi bangsa-bangsa. “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku … Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa …” Status sebagai hamba menempatkan seseorang di dalam sebuah zona yang nyaman. Ia akan selalu berada di dalam lingkaran. Sementara itu, tugas menjadi terang bagi bangsa-bangsa memaksa seseorang untuk keluar dari zona nyaman dan berada di luar lingkaran.

Hidup beragama selalu menempatkan kita di dalam lingkaran religius kita. Berada di dalamnya akan membuat kita merasa aman, nyaman, dan at home. Berada di luar lingkaran tersebut tentu akan memunculkan rasa cemas dan tak nyaman. Tetapi lingkaran imajiner tersebut juga berpotensi menciptakan mentalitas kita versus mereka. Kita berada di dalam lingkaran; mereka berada di luar lingkaran. Kita adalah umat terpilih; mereka tercampak. Mentalitas “the best versus the rest” ini sungguh telah melukai peradaban, termasuk masyarakat Indonesia.

Teks kita minggu ini berusaha memberi sebuah imajinasi yang baru. Umat Allah harus berada di luar lingkaran itu, sebab lingkaran cinta Allah ternyata lebih luas daripada yang kita bayangkan selama ini. Lingkaran cinta dan keselamatan ternyata seluas semesta ini, “… supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Imaji baru ini membuat kita sadar bahwa tak ada wilayah kehidupan yang berada di luar jangkauan cinta Allah. “The world is my parish,” kata John Wesley, seorang pendeta terkenal, pendiri Methodisme. Maka, seluruh titik kehidupan, seluruh profesi, seluruh kegiatan hidup, berpotensi menjadi tanda kehadiran cinta itu. Dalam terang kesadaran ini pula, lantas kita mengingat John Wesley’s Rule:

Do all the good you can,
By all the means you can,
In all the ways you can,
In all the place you can,
At all the times you can,
To all the people you can,
As long as ever you can.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan