Tatkala Kita Merasa Benar…

Tatkala Kita Merasa Benar…

Belum ada komentar 6 Views

Bertobat berarti berbalik. Semula jahat menjadi baik, tadinya sesat berubah saleh. Dalam teks (Injil) kita hari ini, Yesus menyerukan pertobatan dari beberapa mentalitas dan/atau sikap hidup.

Pertama-tama, bertobat dari mentalitas “merasa benar” sehingga dengan mudahnya menghakimi orang. Bahkan mengaitkan malapetaka yang dialami orang lain dengan dosa, seolah kita, karena sudah percaya, tidak (lagi) berdosa sehingga tak mengalami malapetaka yang serupa. Kita seperti pohon ara yang menduduki tempat khusus di sebuah kebun anggur, sehingga meremehkan tanaman lain di sekitar kita.

Yang kedua, bertobat dari mentalitas tidak bermanfaat. Kita seperti pohon ara yang berdiri di tempat yang begitu strategis, tetapi sama sekali tidak berbuah. Tentang ini Barclay mengatakan:”…uselessness invites disaster…”

Yang ketiga, bertobat dari “sudah tidak berguna masih menghabis-habiskan zat tanah di mana kita tumbuh”.  Dalam hidup ini tidak pernah berlaku hukum “hanya mengambil dan tidak memberi”. Setiap orang berhutang kepada kehidupan. Setiap orang percaya berhutang kepada Tuhan.

Syukur sang “pengurus kebun anggur” berkenan memohonkan kesempatan agar kita diberi waktu untuk bertobat. Inilah yang mesti kita renungkan di Minggu-minggu Pra Paskah ini. Yesus mati supaya seluruh dunia diselamatkan, bukan cuma supaya kita sendiri “merasa benar”.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
  • Melihat Karya Tuhan melalui Kegagalan
    Lukas 5: 1-11
    Kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita, sering menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjauhkan kita dari mimpi masa depan yang...
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
Kegiatan