Tatkala Kita Merasa Benar…

Tatkala Kita Merasa Benar…

Belum ada komentar 5 Views

Bertobat berarti berbalik. Semula jahat menjadi baik, tadinya sesat berubah saleh. Dalam teks (Injil) kita hari ini, Yesus menyerukan pertobatan dari beberapa mentalitas dan/atau sikap hidup.

Pertama-tama, bertobat dari mentalitas “merasa benar” sehingga dengan mudahnya menghakimi orang. Bahkan mengaitkan malapetaka yang dialami orang lain dengan dosa, seolah kita, karena sudah percaya, tidak (lagi) berdosa sehingga tak mengalami malapetaka yang serupa. Kita seperti pohon ara yang menduduki tempat khusus di sebuah kebun anggur, sehingga meremehkan tanaman lain di sekitar kita.

Yang kedua, bertobat dari mentalitas tidak bermanfaat. Kita seperti pohon ara yang berdiri di tempat yang begitu strategis, tetapi sama sekali tidak berbuah. Tentang ini Barclay mengatakan:”…uselessness invites disaster…”

Yang ketiga, bertobat dari “sudah tidak berguna masih menghabis-habiskan zat tanah di mana kita tumbuh”.  Dalam hidup ini tidak pernah berlaku hukum “hanya mengambil dan tidak memberi”. Setiap orang berhutang kepada kehidupan. Setiap orang percaya berhutang kepada Tuhan.

Syukur sang “pengurus kebun anggur” berkenan memohonkan kesempatan agar kita diberi waktu untuk bertobat. Inilah yang mesti kita renungkan di Minggu-minggu Pra Paskah ini. Yesus mati supaya seluruh dunia diselamatkan, bukan cuma supaya kita sendiri “merasa benar”.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan