Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman

Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman

Belum ada komentar 111 Views

Rasa aman adalah sesuatu yang sungguh kita butuhkan. Sulit rasanya hidup tanpa adanya rasa aman. Banyak keputusan yang kita ambil dalam hidup ini yang salah satunya dilandasi kebutuhan akan adanya rasa aman. Persoalannya, di mana kita bisa mendapatkan rasa aman yang sejati? Harta? Kenyataannya justru orang yang banyak hartanya yang cenderung merasa tidak aman. Ilmu? Ada syndrome mahasiswa kedokteran yang merasa dirinya menderita penyakit tertentu justru karena ia belajar ilmu kedokteran. Artinya, makin tambah pengetahuan bukan berarti makin aman, malahan makin banyak kekuatiran.

Di sinilah ungkapan pemazmur tentang orang yang duduk dan bermalam dalam naungan Tuhan lalu menjadi penting (Mz. 91:1). Melalui ungkapan ‘duduk dan bermalam’ dalam naungan Tuhan mau digambarkan tentang orang yang mempercayakan hidupnya kepada sang pemberi hidup.Ternyata rasa aman itu muncul justru ketika kita tidak lagi mempertahankan hidup, melainkan mempercayakan hidup kepada sang pemberi hidup, yaitu Tuhan sendiri. Melalui Mazmur ini, pemazmur bukan hanya merujuk kepada Tuhan sebagai pemberi rasa aman, tetapi juga mengajarkan sebuah sikap iman yang mau mempercayakan hidup ini kepada sang pemberi hidup.

Tanpa sikap iman semacam itu, maka rasa tidak aman, kekuatiran, akan selalu menghantui diri kita. Sebuah sikap iman yang mengajarkan kita untuk bergerak dari posisi mempertahankan menjadi memberi, dari posisi memiliki menjadi memberikan, dari posisi mengusahakan menjadi mempercayakan. Dan bukankah sikap iman semacam itu yang Yesus juga ajarkan di masa sengsaraNya? Ia tidak mempertahankan diri tetapi memberi diri. Ia tidak mengatakan kehendakKu tetapi kehendakMu yang jadi. Bahkan Ia mengatakan di kayu salib, ke dalam tanganMu Kuserahkan RohKu. Hidup Yesus adalah hidup yang memberi. Ia menjalani proses kehilangan dalam setiap detik hidupNya, dan justru karena itu salibpun tidak pernah menggentarkanNya

(RDj).

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan