Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman

Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman

Belum ada komentar 57 Views

Rasa aman adalah sesuatu yang sungguh kita butuhkan. Sulit rasanya hidup tanpa adanya rasa aman. Banyak keputusan yang kita ambil dalam hidup ini yang salah satunya dilandasi kebutuhan akan adanya rasa aman. Persoalannya, di mana kita bisa mendapatkan rasa aman yang sejati? Harta? Kenyataannya justru orang yang banyak hartanya yang cenderung merasa tidak aman. Ilmu? Ada syndrome mahasiswa kedokteran yang merasa dirinya menderita penyakit tertentu justru karena ia belajar ilmu kedokteran. Artinya, makin tambah pengetahuan bukan berarti makin aman, malahan makin banyak kekuatiran.

Di sinilah ungkapan pemazmur tentang orang yang duduk dan bermalam dalam naungan Tuhan lalu menjadi penting (Mz. 91:1). Melalui ungkapan ‘duduk dan bermalam’ dalam naungan Tuhan mau digambarkan tentang orang yang mempercayakan hidupnya kepada sang pemberi hidup.Ternyata rasa aman itu muncul justru ketika kita tidak lagi mempertahankan hidup, melainkan mempercayakan hidup kepada sang pemberi hidup, yaitu Tuhan sendiri. Melalui Mazmur ini, pemazmur bukan hanya merujuk kepada Tuhan sebagai pemberi rasa aman, tetapi juga mengajarkan sebuah sikap iman yang mau mempercayakan hidup ini kepada sang pemberi hidup.

Tanpa sikap iman semacam itu, maka rasa tidak aman, kekuatiran, akan selalu menghantui diri kita. Sebuah sikap iman yang mengajarkan kita untuk bergerak dari posisi mempertahankan menjadi memberi, dari posisi memiliki menjadi memberikan, dari posisi mengusahakan menjadi mempercayakan. Dan bukankah sikap iman semacam itu yang Yesus juga ajarkan di masa sengsaraNya? Ia tidak mempertahankan diri tetapi memberi diri. Ia tidak mengatakan kehendakKu tetapi kehendakMu yang jadi. Bahkan Ia mengatakan di kayu salib, ke dalam tanganMu Kuserahkan RohKu. Hidup Yesus adalah hidup yang memberi. Ia menjalani proses kehilangan dalam setiap detik hidupNya, dan justru karena itu salibpun tidak pernah menggentarkanNya

(RDj).

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan