Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman

Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman

Belum ada komentar 49 Views

Rasa aman adalah sesuatu yang sungguh kita butuhkan. Sulit rasanya hidup tanpa adanya rasa aman. Banyak keputusan yang kita ambil dalam hidup ini yang salah satunya dilandasi kebutuhan akan adanya rasa aman. Persoalannya, di mana kita bisa mendapatkan rasa aman yang sejati? Harta? Kenyataannya justru orang yang banyak hartanya yang cenderung merasa tidak aman. Ilmu? Ada syndrome mahasiswa kedokteran yang merasa dirinya menderita penyakit tertentu justru karena ia belajar ilmu kedokteran. Artinya, makin tambah pengetahuan bukan berarti makin aman, malahan makin banyak kekuatiran.

Di sinilah ungkapan pemazmur tentang orang yang duduk dan bermalam dalam naungan Tuhan lalu menjadi penting (Mz. 91:1). Melalui ungkapan ‘duduk dan bermalam’ dalam naungan Tuhan mau digambarkan tentang orang yang mempercayakan hidupnya kepada sang pemberi hidup.Ternyata rasa aman itu muncul justru ketika kita tidak lagi mempertahankan hidup, melainkan mempercayakan hidup kepada sang pemberi hidup, yaitu Tuhan sendiri. Melalui Mazmur ini, pemazmur bukan hanya merujuk kepada Tuhan sebagai pemberi rasa aman, tetapi juga mengajarkan sebuah sikap iman yang mau mempercayakan hidup ini kepada sang pemberi hidup.

Tanpa sikap iman semacam itu, maka rasa tidak aman, kekuatiran, akan selalu menghantui diri kita. Sebuah sikap iman yang mengajarkan kita untuk bergerak dari posisi mempertahankan menjadi memberi, dari posisi memiliki menjadi memberikan, dari posisi mengusahakan menjadi mempercayakan. Dan bukankah sikap iman semacam itu yang Yesus juga ajarkan di masa sengsaraNya? Ia tidak mempertahankan diri tetapi memberi diri. Ia tidak mengatakan kehendakKu tetapi kehendakMu yang jadi. Bahkan Ia mengatakan di kayu salib, ke dalam tanganMu Kuserahkan RohKu. Hidup Yesus adalah hidup yang memberi. Ia menjalani proses kehilangan dalam setiap detik hidupNya, dan justru karena itu salibpun tidak pernah menggentarkanNya

(RDj).

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menerima
    TERBUKA : Menerima Perbedaan
    Lukas 5:27-32
    Hidup Yesus adalah hidup yang terbuka. Ia makan dan minum dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berdialog dan mencoba...
  • HIDUP : Berubah Menjadi Lebih Baik
    Filipi 3:10-16
    Rasul Paulus tidak selalu bisa hadir secara fisik untuk mendampingi jemaat Filipi. Pada waktu surat Filipi ini ditulis, Rasul...
  • biji sesawi
    Hidup Bagai Biji Sesawi
    Matius 13:31
    Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga seperti biji sesawi. Maksudnya Tuhan Yesus sedang menggambarkan perkembangan fenomenal dari Kerajaan Sorga dalam...
  • orang yang berhutang
    Kita Adalah Orang Yang Berhutang
    Roma 8:12
    Berbicara tentang hutang berarti harus ada sesuatu yang dibayar atau harus dilunasi. Alkitab sangat serius berbicara tentang hutang. Mazmur...
  • tanah yang baik
    Menjadi Tanah Yang Baik
    Matius 13:1-9,18-23
    Dalam perenungan minggu ini, kita diajak untuk mengevaluasi keadaan hati kita dalam menerima pemberitaan Firman Tuhan. Menurut Yesus dalam...
Kegiatan