hati

Spiritualitas Kepuasan Hati

Amos 6:1-7; Mazmur 146; 1Timotius 6:6-19; Lukas 16:19-31

Belum ada komentar 147 Views

Hidup dengan rasa cukup adalah panggilan hidup di dalam Kristus. Rasa cukup memampukan kita untuk mensyukuri apa yang kita memiliki. Rasa cukup mengarahkan hidup kita dalam kesederhanaan. Rasa cukup adalah kekuatan kita untuk melawan keserakahan. Rasa cukup melahirkan sikap kesediaan untuk berbagi ruang, cinta kasih dan kepedulian dengan orang lain.

Kekayaan bukan terletak dari apa yang kita miliki tetapi terletak dari kesediaan kita untuk berbagi dalam kemurahan hati. Allah tidak anti terhadap kebendaan atau kekayaan tetapi kekayaan bisa menjadi halangan untuk bergantung sepenuhnya kepada Dia. Dengan demikian setiap kekayaan harus diolah dengan hidup dalam kecukupan, mengembangkan sikap kemurahan hati untuk peduli dan berbagi dalam rangka menghadirkan kebaikan di dalam kehidupan.

Bagaimana cara hidup yang kita kembangkan saat ini di tengah gempuran hidup konsumtif, serakah dan tidak peduli? Marilah kita memilih cara hidup yang berbeda, cara hidup kesederhanaan yang lahir dari rasa cukup. Kebendaan yang kita miliki saat ini marilah kita kelola dengan rasa cukup agar kemudian kita menjadi kaya dalam kebajikan. Dari setiap harta kekayaan yang kita miliki, sadarilah bahwa di dalamnya bukan saja terdapat hak diri tetapi juga hak orang lain, maka berilah dengan ketulusan apa yang menjadi hak orang lain seperti Allah yang telah memberkati kehidupan kita. Menempatkan Allah menjadi pusat dalam kehidupan akan memampukan kita untuk bertindak bijak mengelola segala sesuatu kita miliki agar cinta kasih, kepedulian Kristus juga lahir, terwujud dari sana.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan