Siapakah yang Engkau Cari

Yohanes 20:1-18

Belum ada komentar 238 Views

Maria, pada hari pertama dari minggu sesudah Yesus dikuburkan, pagi-pagi buta datang ke kubur. Ia datang, kemungkinan besar untuk menuntaskan perawatan tubuh Kristus (Mrk. 16:1), karena mereka menguburkan-Nya secara terburu-buru menjelang awal hari Sabat (Jumat sore). Dan tentunya juga untuk menengok kubur orang yang paling dicintainya, serta meratapi-Nya. Maria datang untuk melawat Yesus yang mati, bukan untuk menemui Yesus yang hidup.

Maka bisa dibayangkan betapa terkejutnya Maria melihat kubur yang terbuka dan jasad Yesus tidak ada di dalam kubur itu. Segera ia pergi menemui Petrus dan Yohanes dan menceritakan apa yang dilihatnya. Dan segera pula mereka bertiga kembali ke makam Yesus. Bila pada mulanya Maria datang ke kubur untuk menangisi Tuhannya, kini ia kembali tiba di tempat yang sama dengan kesedihan yang lengkap. Karena bahkan jasad-Nya pun untuk diratapinya tak ada di situ.

Dan pada saat seperti itulah Yesus menampakkan diri, menyatakan diri kepada Maria. Namun Maria tidak mengenali-Nya karena larut dalam kesedihannya sendiri. Yesus bertanya kepadanya: “…mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” (ayat 15). Maria tidak mengenali Yesus yang bangkit dan menyatakan diri kepadanya, karena yang sebenarnya “dicarinya” adalah Yesus yang mati, bukan Yesus yang bangkit.

Yesus tidak menghendaki Maria terperangkap dalam pencariannya, sehingga gagal menjumpai-Nya. Ia memanggil Maria dengan namanya: “Maria…!” Dan Maria pun mengenali Tuhannya: “Rabuni…!” Kebangkitan Yesus mengubah kesedihan total Maria menjadi sukacita yang total, karena Maria telah berjumpa dengan-Nya. Maria datang untuk mencari Yesus yang mati, dan kini ia mendapati Yesus yang bangkit.

Dan Yesus tidak menghendaki sukacita Maria berhenti pada dirinya. IA mengutus Maria untuk membagi sukacita itu dengan murid-murid yang lain. Agar mereka bukan hanya tahu, tetapi agar mereka juga tidak salah mencari. Yesus yang seharusnya mereka cari adalah Yesus yang berkenan “ditemukan” oleh saudara-saudara-Nya. Yaitu Yesus yang bukan untuk “dimiliki” sendiri oleh murid-murid-Nya, dan semua orang percaya, tetapi Yesus yang berkata: “…Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu…” (ayat 17).

Kita…?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan