waktunya

Semua Ada Waktunya

Pengkhotbah 3:1

Belum ada komentar 160 Views

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pkh. 3:1). Kalimat ini menegaskan salah satu atribut dari ciptaan, yaitu terikat pada waktu. Manusia dan apa pun yang diciptakan Allah tak pernah bisa lepas dari keterikatannya pada waktu. Pengkhotbah memakai kata lain untuk ciptaan, yaitu “apa pun di bawah langit.” Pengakuan pada keterikatan pada waktu ini menuntun kita pada beberapa kesadaran.

Pertama, tidak ada yang absolut dan abadi. Pengkhotbah mengkritik orang-orang yang bekerja dengan berjerih lelah begitu rupa seolah-olah yang mereka perjuangkan adalah absolut dan abadi (ay. 9-10). Kedua, manusia harus bergantung pada cinta dan rahmat ilahi, sebab “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (ay. 11a). Bahkan, pemberian Allah itu yang membuat manusia hidup bermakna dalam keseharian mereka, “setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah” (ay. 13). Ketiga, manusia memiliki pemahaman mengenai makna hidup secara sangat terbatas. Ia berkata, “manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (ay. 11c).

Dengan tiga kesadaran ini, mari kita memasuki tahun yang baru dengan kerendahhatian, kegembiraan, namun juga pengharapan. Mari hidup dalam pengakuan bahwa apa pun di bawah langit sungguh fana dan terbatas. Karena itu, mari mengarahkan hati dan hidup pada Allah, yang berada “di atas langit” namun yang hadir secara nyata di dalam Kristus melalui kuasa Roh Kudus … di samping kita. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • medengarkan
    Berbicaralah Hamba-Mu Mendengarkan
    Peristiwa penyataan Allah pada Imam Eli dan Samuel, merupakan pengalaman yang langka dan mengejutkan mereka. Mengapa begitu sulit seseorang...
  • Berkenan Di Hadapan Allah
    Markus 1:4-11
    Baptisan Yesus menjadi peristiwa peneguhan yang dinyatakan Allah bukan saja bagi Yesus tetapi juga bagi setiap orang. Bagi setiap...
  • Merayakan Kebaikan Tuhan
    Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40
    Pengalaman hidup adalah pengalaman mengalami kebaikan Tuhan. Setiap hari kebaikan Tuhan dinyatakan bagi kita. Namun sering kali tidak peka...
  • Tak Pernah Ingkar Janji
    2 Samuel 7:1-11, 16; Mazmur 89:1-4, 19-26; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
    Sempurnalah kabar baik itu dengan berita tentang kelahiran Yesus. Allah yang menjadi manusia. Ini adalah fakta yang menggemparkan. Peristiwa...
  • kabar baik
    Kabar Baik
    Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
    Apa yang diharapkan selain kebaikan dari situasi yang serba buruk, menderita, dan tidak adil? Situasi itu menggelisahkan kita seiring...
Kegiatan