waktunya

Semua Ada Waktunya

Pengkhotbah 3:1

Belum ada komentar 437 Views

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pkh. 3:1). Kalimat ini menegaskan salah satu atribut dari ciptaan, yaitu terikat pada waktu. Manusia dan apa pun yang diciptakan Allah tak pernah bisa lepas dari keterikatannya pada waktu. Pengkhotbah memakai kata lain untuk ciptaan, yaitu “apa pun di bawah langit.” Pengakuan pada keterikatan pada waktu ini menuntun kita pada beberapa kesadaran.

Pertama, tidak ada yang absolut dan abadi. Pengkhotbah mengkritik orang-orang yang bekerja dengan berjerih lelah begitu rupa seolah-olah yang mereka perjuangkan adalah absolut dan abadi (ay. 9-10). Kedua, manusia harus bergantung pada cinta dan rahmat ilahi, sebab “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (ay. 11a). Bahkan, pemberian Allah itu yang membuat manusia hidup bermakna dalam keseharian mereka, “setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah” (ay. 13). Ketiga, manusia memiliki pemahaman mengenai makna hidup secara sangat terbatas. Ia berkata, “manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (ay. 11c).

Dengan tiga kesadaran ini, mari kita memasuki tahun yang baru dengan kerendahhatian, kegembiraan, namun juga pengharapan. Mari hidup dalam pengakuan bahwa apa pun di bawah langit sungguh fana dan terbatas. Karena itu, mari mengarahkan hati dan hidup pada Allah, yang berada “di atas langit” namun yang hadir secara nyata di dalam Kristus melalui kuasa Roh Kudus … di samping kita. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan