waktunya

Semua Ada Waktunya

Pengkhotbah 3:1

Belum ada komentar 371 Views

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pkh. 3:1). Kalimat ini menegaskan salah satu atribut dari ciptaan, yaitu terikat pada waktu. Manusia dan apa pun yang diciptakan Allah tak pernah bisa lepas dari keterikatannya pada waktu. Pengkhotbah memakai kata lain untuk ciptaan, yaitu “apa pun di bawah langit.” Pengakuan pada keterikatan pada waktu ini menuntun kita pada beberapa kesadaran.

Pertama, tidak ada yang absolut dan abadi. Pengkhotbah mengkritik orang-orang yang bekerja dengan berjerih lelah begitu rupa seolah-olah yang mereka perjuangkan adalah absolut dan abadi (ay. 9-10). Kedua, manusia harus bergantung pada cinta dan rahmat ilahi, sebab “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (ay. 11a). Bahkan, pemberian Allah itu yang membuat manusia hidup bermakna dalam keseharian mereka, “setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah” (ay. 13). Ketiga, manusia memiliki pemahaman mengenai makna hidup secara sangat terbatas. Ia berkata, “manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (ay. 11c).

Dengan tiga kesadaran ini, mari kita memasuki tahun yang baru dengan kerendahhatian, kegembiraan, namun juga pengharapan. Mari hidup dalam pengakuan bahwa apa pun di bawah langit sungguh fana dan terbatas. Karena itu, mari mengarahkan hati dan hidup pada Allah, yang berada “di atas langit” namun yang hadir secara nyata di dalam Kristus melalui kuasa Roh Kudus … di samping kita. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
  • persekutuan
    Kesatuan Gerejawi : Refleksi Allah Persekutuan
    Yohanes 17:20-26
    Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda. Pepatah ini mengungkapkan masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana...
  • ketaatan
    Iman dan Ketaatan yang Teruji
    Yohanes 14: 23-29
    “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata pepatah. “Tak sayang, maka tak mungkin percaya dan menjalin relasi” demikian logikanya....
  • baru
  • Kemenangan Kristus
    Merayakan Kemenangan Kristus
    Wahyu 7:9-17
    Cara manusia menangkap kehadiran dan kuasa Tuhan sangat beragam. Ada yang menangkap hadirnya Tuhan melalui alam, melalui pengalaman saling...
Kegiatan