“Saat anggur habis”

Yohanes 2:1-11

Belum ada komentar 146 Views

Ada beberapa hal penting yang terjadi “saat anggur habis” pada perjamuan kawin di Kana dalam bacaan kita.

Pertama, Maria, sebagai seorang ibu, menyuruh anaknya untuk menolong keluarga (mungkin masih sanak dari Maria) yang mantu, karena mereka kehabisan anggur. Respons Yesus amatlah tidak pada tempatnya menurut ukuran relasi ibu-anak: “Mau apakah engkau dari-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” (Yoh.2:4). Tetapi Maria alih-alih marah atau tersinggung, menyuruh para pelayan untuk melakukan apa pun yang dikatakan Yesus. Walau tak memahami makna kata-kata Yesus, Maria percaya kepada-Nya.

Kedua, Yesus semula menolak karena saat-Nya belum tiba. Dalam narasi Yohanes mukjizat di Kana adalah “tanda” yang pertama bagi dunia, dari kehadiran-Nya sebagai sang Kristus (Yoh. 2:11). “Tanda” itu diberikan atas prakarsa Allah, bukan sekadar memenuhi tuntutan apalagi kebutuhan insani. Baru ketika hal itu jelas, terutama bagi Maria, Yesus menolong keluarga yang mantu itu.

Ketiga, ketika “saat-Nya” tiba, maka “tanda” Yesus dinyatakan. “Tanda” yang bukan sekadar air menjadi anggur, tetapi menjadi anggur terbaik. Sebab di mana sang Kristus hadir maka yang terbaiklah yang niscaya terjadi. Itulah “tanda kemuliaan-Nya” agar para murid, termasuk kita, menjadi percaya.

Bagi kita pun, “saat anggur habis” kita boleh mengharapkan pertolongan Tuhan. Untuk itu kita mesti belajar dari Maria yang bagaimana pun (tetap) percaya kepada-Nya. Dan bila kita melakukannya, maka pada akhirnya “anggur terbaik” yang akan kita dapatkan dan nikmati, anugerah-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan