Rekonsiliasi dengan Tuhan membuahkan rekonsiliasi dengan sesama

Rekonsiliasi dengan Tuhan membuahkan rekonsiliasi dengan sesama

Kejadian 32:22-31;33:4,10

Belum ada komentar 199 Views

Sungguh indah membayangkan Esau yang berlari memeluk adiknya Yakub. Mungkinkah hal itu terjadi kalau Yakub selalu bersembunyi karena takut berjumpa kakaknya? Sungguh senang mendengar pengakuan Yakub, bahwa ketika ia memandang wajah kakaknya Esau, serasa memandang wajah Allah. Mungkinkah pengakuan ini muncul ketika Yakub memandang kakaknya layaknya monster yang siap menelannya? Perseteruan dan rivalitas dua saudara kembar berakhir dengan indah. Apa yang kita bayangkan tidak mungkin terjadi, ternyata bisa terjadi.

Yakub sudah mengalahkan ketakutannya. Ia harus menjumpai kakaknya apapun resikonya. Dan semua ini berawal dari pergumulan Yakub dengan Allah. Pergumulan Yakub untuk mengalahkan ketakutannya. Pergumulan Yakub dengan kemanusiaan- nya agar ia bisa berjalan di jalan Allah. Dan sesungguhnya pergumulan ini bukan hanya milik Yakub. Ini adalah pergumulan kita semua yang mau melakukan rekonsiliasi dengan sesama.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita tentang rekonsiliasi:

  1. Jangan katakan ‘tidak mungkin’ untuk sebuah rekonsiliasi. Kisah Yakub dan Esau membuktikan bahwa apa yang tidak mungkin, bisa terjadi.
  2. Bergumullah bersama Allah untuk mengalahkan kemanusiawian kita dalam wujud: ketakutan, rasa bersalah atau apapun yang menghalangi kita melakukan rekonsiliasi

Yakub menang dalam pergumulan itu. Ia sudah bergumul melawan kemanusiawiannya dan berusaha berjalan di jalan Allah. Kemenangan Yakub ditandai dengan perubahan namanya dari Yakub menjadi Israel. Kalau Yakub menang, andapun harus menang! Betapa indahnya sebuah rekonsiliasi.

rdj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan