Pengharapan Yang Tidak Mengecewakan

Pengharapan Yang Tidak Mengecewakan

Belum ada komentar 74 Views

Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi kita. Untuk menikmati makanan; ada layanan fast food, namanya saja fast food jadi tidak perlu menunggu lama untuk menikmatinya. Untuk membangun komunikasi ada sms, bbm, internet dengan kecanggihannya; bisa menghubungkan kita dengan siapa pun dan di mana pun. Untuk mencari informasi, tinggal klik mr google dan dengan cepat kita mendapatkan semua bentuk informasi yang ingin kita peroleh. Serba cepat, serba instan dan serba mudah ; inilah gaya hidup kita saat ini, begitu dimudahkan dalam segala hal.

Kemudahan-kemudahan itu tentunya sangat menolong kita untuk melakukan aktivitas dan karya kita, tetapi apa jadinya kalau mental kita pun menjadi produk instan yang inginnya serba cepat dan tidak sabar menjalani proses sehingga menjadi cepat putus asa ketika kesulitan menghadang.

Pada saat Allah membebaskan Israel dari tanah Mesir, Allah memilih jalan memutar untuk dilalui Israel menuju Kanaan. Perjalanan menjadi panjang dan lama walaupun sebenarnya ada rute yang lebih pendek yang bisa di lalui oleh Israel untuk tiba dengan cepat di tanah perjanjian. Allah memakai perjalanan yang lebih panjang bukan untuk menyulitkan Israel tetapi untuk memproses Israel menjadi umat yang tangguh, setia dan takut akan Tuhan.

Memang tidak mudah, kesulitan di padang gurun sering kali membuat Israel menjadi ragu akan penggenapan janji Allah. Keraguan itu membuat mereka memberontak, bersungut-sungut kepada Musa, pemimpin mereka. Tetapi pada akhirnya Allah menunjukkan dan membuktikan bahwa pengharapan mereka tidak sia-sia dan tanah perjanjian pun dianugerahkan kepada Israel.

Dalam perjalanan padang gurun kehidupan rumah tangga kita, banyak hal yang akan kita hadapi. Perjalanan itu tidak mudah dan tidak instan, banyak kesulitan dan tantangan menghadang. Allah mengizinkan kita untuk menghadapinya sebab ketika kita diproses di dalamnya, kita tengah dibentuk menjadi pribadi yang tangguh. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Karena Allah memberikan kepada kita pengharapan di dalam Dia. Pengharapan yang membuat kita mampu bertahan di tengah badai.

Pengharapan yang membuat kita, tidak kehilangan daya juang untuk menyelesaikan masalah. Berpengharapanlah di dalam Tuhan dan teruslah berjuang sebab pengharapan di dalam Dia, tidak mengecewakan. IA yang akan memberikan kelegaan dan kemenangan. Teruslah berharap.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menghidupi Pertobatan
    Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:1-2, 8-13; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
    Pertobatan memanggil seseorang untuk menghayati hidupnya dengan cara baru. Pertobatan artinya berbalik dari cara kehidupan lama menuju kehidupan baru....
  • Keluar Dari Kekelaman
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Apakah Anda mengingat permainan petak umpet? Pada saat saya masih kecil, kami sering memainkan permainan ini. Satu orang menutup...
  • Yesus Raja dan Gembala
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24
    Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar...
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
Kegiatan