Minta Apa Saja? Masak Sih?

Minta Apa Saja? Masak Sih?

1 Komentar 8 Views

“Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Minta apa saja? Apa saja yang saya kehendaki? Dan apa yang saya minta akan dikabulkan? Mantap sekali menjadi seorang Kristen. Pantas saja ada seorang penganjur teologi kemakmuran yang menulis sebuah buku berjudul, Name It and Claim It! Sebutkan apa yang Anda kehendaki dan klaim!

Saya tentu saja tidak bisa mengkorting ucapan Yesus misalnya dengan mengatakan, “Yang Yesus maksud tentu bukan apa saja, tapi hal-hal tertentu saja.” Sebab, ucapan Yesus sangatlah jelas: apa saja! Jadi, memang sungguh-sungguh “apa saja.” Namun, harap Anda ingat beberapa hal penting berikut ini. Pertama, janji Yesus itu diberikan dalam konteks kisah pohon anggur yang ranting-rantingnya berbuah hanya jika ranting-ranting itu menyatu dengan sang pohon. Kedua, Yesus sendiri memberikan janji-Nya dengan kualifikasi tertentu, yaitu, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu.”

Dengan dua catatan ini, maka menjadi jelaslah bahwa “meminta apa saja” sebenarnya berarti “meminta apa saja sebagai sebuah ranting yang harus berbuah karena tinggal di dalam pohon anggur.” Artinya, permintaan kita (yang apa saja itu) kita ajukan semata-mata agar kita bisa berbuah. Jika permintaan kita malah membuat kita tak berbuah, atau jika permintaan kita menunjukkan egoisme dan demi kepentingan diri kita sendiri, maka permintaan tersebut tidak akan direken oleh Yesus. Lagi pula, jika “firman-Ku tinggal di dalam kamu,” maka sewajarnya firman Allah itu akan membentuk mentalitas dan karakter kita untuk tidak meminta apa saja yang justru berseberangan dengan kehendak Allah. Itu sebabnya, segera setelah ayat 7 yang berbicara tentang meminta apa saja, Yesus segera berkata, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Wah, ternyata janji Yesus tricky! Apa saja, tapi dengan sebongkah syarat yang ternyata berat untuk dilaksanakan. Tidak juga! Janji Yesus terkesan tricky, jika memang yang kita pedulikan hanyalah memenuhi kehendak dan keinginan kita. Namun, jika kerinduan kita memang sungguh-sungguh ingin memiliki sebuah kehidupan yang berbuah, maka janji Yesus itu tampil begitu melegakan dan membahagiakan. Yesus bukanlah Tuhan yang hanya bisa menuntut tanpa memberkati kita; memeras tanpa mengasuh kita.

Maka, jika kerinduan Anda satu-satunya adalah untuk berbuah, maka jangan-jangan, kita pun tak lagi punya waktu, keinginan dan ambisi untuk meminta apa-apa dari Yesus. Toh, “Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya” (Mat. 6:8).

ja

1 Comment

  1. Martinus

    Matur nuwun, terima kasih…
    Tulisan tersebut mengingatkan saya kembali untu meminta sesuai kehendakNya
    seperti contoh Tuhan Yesus.. “tetapi kehendakMu-lah yang jadi, jangan kehendakku”

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan