Minta Apa Saja? Masak Sih?

Minta Apa Saja? Masak Sih?

1 Komentar 12 Views

“Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Minta apa saja? Apa saja yang saya kehendaki? Dan apa yang saya minta akan dikabulkan? Mantap sekali menjadi seorang Kristen. Pantas saja ada seorang penganjur teologi kemakmuran yang menulis sebuah buku berjudul, Name It and Claim It! Sebutkan apa yang Anda kehendaki dan klaim!

Saya tentu saja tidak bisa mengkorting ucapan Yesus misalnya dengan mengatakan, “Yang Yesus maksud tentu bukan apa saja, tapi hal-hal tertentu saja.” Sebab, ucapan Yesus sangatlah jelas: apa saja! Jadi, memang sungguh-sungguh “apa saja.” Namun, harap Anda ingat beberapa hal penting berikut ini. Pertama, janji Yesus itu diberikan dalam konteks kisah pohon anggur yang ranting-rantingnya berbuah hanya jika ranting-ranting itu menyatu dengan sang pohon. Kedua, Yesus sendiri memberikan janji-Nya dengan kualifikasi tertentu, yaitu, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu.”

Dengan dua catatan ini, maka menjadi jelaslah bahwa “meminta apa saja” sebenarnya berarti “meminta apa saja sebagai sebuah ranting yang harus berbuah karena tinggal di dalam pohon anggur.” Artinya, permintaan kita (yang apa saja itu) kita ajukan semata-mata agar kita bisa berbuah. Jika permintaan kita malah membuat kita tak berbuah, atau jika permintaan kita menunjukkan egoisme dan demi kepentingan diri kita sendiri, maka permintaan tersebut tidak akan direken oleh Yesus. Lagi pula, jika “firman-Ku tinggal di dalam kamu,” maka sewajarnya firman Allah itu akan membentuk mentalitas dan karakter kita untuk tidak meminta apa saja yang justru berseberangan dengan kehendak Allah. Itu sebabnya, segera setelah ayat 7 yang berbicara tentang meminta apa saja, Yesus segera berkata, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Wah, ternyata janji Yesus tricky! Apa saja, tapi dengan sebongkah syarat yang ternyata berat untuk dilaksanakan. Tidak juga! Janji Yesus terkesan tricky, jika memang yang kita pedulikan hanyalah memenuhi kehendak dan keinginan kita. Namun, jika kerinduan kita memang sungguh-sungguh ingin memiliki sebuah kehidupan yang berbuah, maka janji Yesus itu tampil begitu melegakan dan membahagiakan. Yesus bukanlah Tuhan yang hanya bisa menuntut tanpa memberkati kita; memeras tanpa mengasuh kita.

Maka, jika kerinduan Anda satu-satunya adalah untuk berbuah, maka jangan-jangan, kita pun tak lagi punya waktu, keinginan dan ambisi untuk meminta apa-apa dari Yesus. Toh, “Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya” (Mat. 6:8).

ja

1 Comment

  1. Martinus

    Matur nuwun, terima kasih…
    Tulisan tersebut mengingatkan saya kembali untu meminta sesuai kehendakNya
    seperti contoh Tuhan Yesus.. “tetapi kehendakMu-lah yang jadi, jangan kehendakku”

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Penuh Roh
    Yohanes 7: 37-39
    Undangan Tuhan Yesus “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” ditujukan kepada siapa saja yang dalam hidupnya mengalami...
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
  • Hidup Bersatu
    Hidup Bersatu
    Kisah Para Rasul 2:42-47
    Pada masa ini, kesatuan sebagai warga negara Indonesia tampaknya sedang diuji. Sebab kita sedang menjalani kehidupan yang terpisah dari...
Kegiatan