Mana surat panggilannya ?

Mana surat panggilannya ?

Belum ada komentar 23 Views

Mana surat panggilannya?” tanya seorang pewawancara  kepada seorang anak muda yang mendaftarkan diri ke sebuah sekolah teologi di Jakarta, setelah anak muda itu menjelaskan kepada si pewawancara bahwa ia ingin belajar di sekolah itu karena merasa terpanggil. Anak muda itu   kebingungan menjawab pertanyaan yang tak disangka-sangka itu. Agaknya si pewawancara, yang adalah seorang dosen kawakan di sekolah teologi itu, ingin menguji kedalaman pemahaman anak muda itu tentang makna panggilan.

Bahwa Allah memanggil manusia untuk ikut berkarya di dalam misi-Nya, sudahlah pasti. Namun, bagaimana caranya? lewat suara menggelegar dari langit? lewat mimpi? atau apa? ternyata, ada banyak cara yang dipakai Allah untuk memanggil manusia terlibat di dalam misi-Nya dan ada beragam cara manusia untuk merespons panggilan itu. Salah satunya adalah dengan menjadi seorang pendeta, seorang yang dengan penuh-waktu mendedikasikan hidupnya bagi karya Kristiani. Namun, di samping itu, ada 1001 cara lain; melalui pekerjaan di segala bidang  kehidupan, melalui tugas sebagai pengelola rumah tangga, melalui tugas sebagai pelajar, dan sebagainya. Setiap orang perlu memaknai hidup dan karyanya sebagai sebuah jawaban atas panggilan Allah.

Bacaan kita dipenuhi dengan karya super-sibuk Yesus dalam memanusiakan manusia yang direndahkan karena sakit-penyakit. Belakangan, dikisahkan banyak situasi buruk lain yang juga dipulihkan oleh Yesus. Dalam rangka misi Allah itulah, Yesus memanggil para murid-Nya, mulai dari Simon, Yakobus, dan Yohanes. Yesus memanggil mereka untuk terlibat di dalam karya memanusiakan manusia dan memulihkan dunia. Setiap orang – termasuk Anda dan saya – bisa dan harus terlibat di dalamnya. Setidaknya, melalui keterlibatan kita, dunia ini berubah sedikit lebih baik.

Hari ini didedikasikan sebagai Minggu Panggilan, agar setiap warga jemaat kembali diingatkan bahwa ia sungguh-sungguh dipanggil Tuhan untuk terlibat dalam karya-Nya. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan. Tapi, yang pasti, Anda harus melakukannya. Dan kita bisa melakukannya bersama-sama.

O, ya, anak muda dalam kisah singkat di atas adalah saya … dua  puluh empat tahun silam.

 

Joas

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan