Makin dikasihi oleh Allah dan manusia

1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52

Belum ada komentar 118 Views

Natal versi Yohanes dengan jelas menegaskan, bahwa ketika kita menerima sang Putera Natal, maka kitapun menjadi anak-anak Allah! ((Yoh. 1:12). Natal memang telah usai, kita sungguh bersyukur karena kembali diyakinkan bahwa kita adalah anak-anak-Nya. Inilah saatnya kita menghidupi hidup kita sebagai anak-anak-Nya.

Kisah Samuel lalu bisa menjadi model bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anak-anak-Nya. Sebagai anak yang dipersembahkan secara khusus buat Tuhan maka Samuel bertumbuh, makin besar dan makin disukai Tuhan dan manusia (1 Sam. 2:26). Dengan kata lain, Samuel bertumbuh dalam karakternya. Ia menjaga hidupnya dan selalu mencari cara hidup yang disukai Allah. Namun pada lain sisi, ia tetap menjaga kehidupan sosialnya. Ia mempunyai cara hidup yang baik terhadap sesama tanpa harus mengorbankan prinsip pertama: disukai Allah! Dengan demikian ia bertumbuh secara spiritual dan sosial.

Bukannya kebetulan ungkapan ‘ disukai Allah dan manusia ’ kemudian dikenakan juga kepada Yesus sang Putera Natal (Lukas 2:52). Dalam Yesus kita mendapatkan model yang seutuhnya untuk bisa bertumbuh secara spiritual dan sosial. Karena itu, menjadi tugas kita yang adalah anak-anak-Nya, agar kita menjaga hidup kita dengan belajar menerapkan hidup Yesus melalui hidup keseharian kita.

Semoga Yesus sang Putera Natal semakin memenuhi ruang hati kita, sehingga kitapun dapat bertumbuh dan semakin disukai Allah dan manusia.

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan