Komunitas: Membongkar tembok-tembok individualisme

Komunitas: Membongkar tembok-tembok individualisme

Kejadian 32: 1-32; Roma 10:12

Belum ada komentar 47 Views

Buku-buku tentang motivasi diri hampir setiap hari diterbitkan dengan tema yang beraneka ragam. Memang, percaya pada diri sendiri yang banyak dibahas dalam buku-buku motivasi memberikan berbagai kepuasan, sebab sikap ini akan membuat kita merasa berkuasa, karena kita adalah tuan atas diri kita sendiri. Kita berusaha untuk membuktikan kepada diri kita sendiri bahwa kita menguasai keadaan dan mampu mengambil keputusan sendiri. Jika semua ini berhasil maka kita akan menuai banyak pujian.

Namun seperti yang terjadi dalam kehidupan Yakub, dibelakang sikap percaya diri tersembunyi kesepian dan kesendirian, rasa kuatir atas kegagalan yang akan terjadi. Mungkin saja kita berhasil merancang, merencanakan dan bahkan meyakinkan jemaat tentang pentingnya hidup dalam komunitas sehingga dibutuhkan Community Center, namun apakah kita juga merasa saling memiliki?

Pertanyaan kita bersama adalah, apa yang harus dilakukan agar hidup kita dilandaskan pada belarasa sehingga dapat terbuka untuk menerima orang lain untuk dapat membangun hidup komunitas?

Tidak ada yang menyangkal bahwa untuk mewujudkan hal ini, dituntut kesediaan untuk membongkar tembok-tembok pengaman kesendirian, yang sudah kita dirikan di antara diri kita dengan orang lain. Hal lni merupakan perjuangan rohani yang berat sebagaimana digambarkan dalam kehidupan Yakub, yang harus menyelesaikan pergumulan diri sendiri dengan Allah sehingga akhirnya ia dimampukan merobohkan tembok-tembok pengaman yang menghalangi dirinya untuk dapat berkomunikasi lagi dengan yang lain. Percaya diri adalah hal penting yang harus dilakukan, namun mau mengubah hati untuk mau menerlma dan mampu memahami anggota jemaat yang lain dengan latar belakang apapun, adalah perwujudan dari kasih yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan oleh setiap murid Tuhan.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan